Jakarta · Sabtu, 29 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Imam Al-Ghazali: Kritik kepada Penguasa Harus Bijaksana

Imam Al-Ghazali menekankan bahwa kritik kepada penguasa harus disampaikan dengan bijaksana, lemah lembut, dan tidak memicu fitnah. Dalam karyanya seperti At-Tibrul Masbuk dan Ihya' Ulumid-Din, ia menjelaskan bahwa ulama dan rakyat memiliki peran penting dalam menegakkan keadilan, namun harus melalui cara yang tidak merusak. Kritik bertujuan untuk membela kaum yang terzalimi dan menegakkan kemaslahatan umum, bukan untuk menjatuhkan wibawa negara secara sembarangan.

Al-Ghazali menguraikan empat tingkatan amar makruf nahi mungkar: memberi pemahaman, memberi nasihat, memberi teguran tegas, dan tindakan paksa. Namun, terhadap penguasa, rakyat tidak diperbolehkan menggunakan kekerasan karena dapat menimbulkan fitnah dan kerusakan yang lebih luas. Ia menegaskan bahwa mudarat dari tindakan kekerasan justru lebih besar daripada kemungkaran yang ingin dihapus.

Meskipun demikian, Al-Ghazali mengakui bahwa teguran keras terhadap penguasa dapat dibenarkan jika tidak menimbulkan dampak negatif yang meluas. Ia juga memuji keberanian para ulama salaf yang menyampaikan kritik terbuka demi kebenaran. Intinya, Islam tidak melarang kritik terhadap penguasa, namun cara penyampaiannya harus mempertimbangkan maslahat, kondisi, dan potensi mudarat.

Berita terkait