Indef: Karhutla Kalimantan Picu Efek Berantai yang Rugikan Ekonomi Lokal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan menyebabkan kabut asap pekat yang menurunkan kualitas udara secara signifikan, memicu gangguan pernapasan akut (ISPA) pada masyarakat setempat. Menurut Esther Sri Astuti, Direktur Eksekutif Indef, karhutla juga memaksa pengurangan jam kerja produktif dan mengganggu aktivitas belajar mengajar di sekolah-sekolah akibat paparan asap berbahaya. Dampak ekonomi meliputi penurunan produktivitas, gangguan transportasi, dan lonjakan biaya kesehatan. Sektor transportasi dan logistik mengalami disrupsi parah akibat jarak pandang terbatas, sehingga banyak jadwal penerbangan dari dan menuju Kalimantan terpaksa dibatalkan karena kondisi cuaca yang tidak aman untuk navigasi udara.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 31 Agustus 2026 pukul 19.48
Titik Panas di 3 Provinsi Kalimantan Bertambah
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 19.07
Malapetaka Karhutla di Pulau Paru-paru Dunia
ANTARA News · 31 Agustus 2026 pukul 18.15
BNPB: Titik panas karhutla meningkat pada tiga provinsi di Kalimantan
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 17.42
Bank Mandiri Salurkan Dukungan Kesehatan ke 28.000 Masyarakat Terdampak Kabut Asap
Berita terkait
Antisipasi Dampak Asap Karhutla, Polsek Kongbeng Bagikan Masker ke Warga
Media Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 23.30
Kemenhub Klaim Operasional Transportasi Darat-Udara di Kalimantan Sudah Normal
kumparan · 24 Agustus 2026 pukul 15.30
Menhub Sebut Asap Karhutla Mereda, Masih Ada Penerbangan Terdampak
Detik.com · 24 Agustus 2026 pukul 14.20
Menhub Ungkap Status Terkini Operasional Transportasi di Kalimantan
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 13.43