Indonesia-Australia Kolaborasi Kembangkan Budidaya Perikanan Tematik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indonesia dan Australia sepakat meningkatkan kerja sama perikanan melalui teknologi mini Recirculating Aquaculture System (RAS). Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono, memaparkan rencana pengembangan 40.000 unit mini-RAS untuk diterapkan di ratusan desa perikanan potensial. Teknologi ini memungkinkan pengelolaan dan penggunaan kembali air, mengoptimalkan kondisi lingkungan pemeliharaan. Saat ini, komoditas yang dikembangkan meliputi nila dan lele, dengan rencana ekspansi ke pangasius, barramundi, grouper, dan jade perch. Kolaborasi bertujuan bukan hanya meningkatkan produksi, tetapi juga pemberdayaan masyarakat, transfer teknologi, dan keberlanjutan ekosistem. Australia menyediakan pengalaman dalam riset budidaya perikanan untuk meningkatkan produktivitas dan mengurangi dampak lingkungan.
Bagikan
Berita terkait
Dorong Kolaborasi Lintas Perspektif untuk Masa Depan Arsitektur Indonesia
Media Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 11.32
Menteri Fadli Zon Dorong Kolaborasi Teknologi dan Budaya Lewat Karya Raya FTUI 2026
JPNN.com · 15 Agustus 2026 pukul 08.47
Lixil Gelar LDAD 2026, Bahas Masa Depan Arsitektur di Era Teknologi Digital
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 20.30
IKA ITS Jatim Siapkan Kolaborasi Lintas Sektor Wujudkan Indonesia Poros Maritim Dunia
JPNN.com · 13 Agustus 2026 pukul 13.32