Indonesia eksplorasi kerja sama pangan hingga AI dengan AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indonesia menjajaki perluasan kerja sama ekonomi dengan Amerika Serikat di berbagai sektor strategis, meliputi pangan, penerbangan, pertambangan, pertahanan, teknologi, dan kecerdasan buatan (AI). Diskusi ini dilakukan dalam pertemuan Dubes RI untuk AS Indroyono Soesilo dengan jajaran perusahaan AS di Washington, Selasa (28/7), atas inisiatif Dewan Bisnis AS-ASEAN.
Beberapa perusahaan AS yang menyatakan ketertarikan antara lain Boeing (penerbangan dan rantai pasok komponen pesawat), Lockheed Martin (modernisasi alutsista), Freeport-McMoRan (pertambangan mineral), Cargill (komoditas pangan), dan NVIDIA (pengembangan talenta AI bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI). Data investasi AS ke Indonesia pada semester I 2026 mencapai sekitar 1,7 miliar dolar AS, sementara nilai ekspor Indonesia ke AS pada 2025 tercatat sekitar 31 miliar dolar AS atau 11 persen dari total ekspor nasional.
Dubes Indroyono menekankan bahwa hubungan kedua negara perlu melampaui sekadar angka perdagangan untuk menciptakan nilai tambah, memperkuat industri nasional, dan membawa teknologi baru ke Indonesia. Beberapa area yang perlu diperkuat meliputi perlindungan hak kekayaan intelektual, konsistensi regulasi, efisiensi logistik, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Reformasi perizinan berdasarkan PP Nomor 28 Tahun 2025 dinilai sebagai langkah positif dalam menciptakan kepastian berusaha.
Bagikan
- hubungan ekonomi indonesia-as
- investasi asing
- kerja sama bilateral
- kecerdasan buatan
- perdagangan internasional
Berita terkait
Teknologi AI Bantu Deteksi Dini dan Personalisasi Perawatan Rambut Rontok
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 03.55
Pengguna Gemini Sudah Bisa Hapus Watermark, Begini Caranya
Liputan6.com · 16 Agustus 2026 pukul 14.21
Meta Uji Fitur Scam Alert Berbasis AI di WhatsApp untuk Cegah Penipuan
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 10.36
AI Ciptakan Virus Penghancur Bakteri yang Resisten Terhadap Obat
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 09.46