Inggris Mau Terbitkan Obligasi Perang, Apa Itu?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Inggris tengah mengkaji penerbitan obligasi perang (war bond) untuk membiayai peningkatan anggaran pertahanan. Gagasan ini diusulkan oleh mantan Kepala Ekonom Bank of England, Andy Haldane, yang menilai skema tersebut berpotensi menyerap sebagian dari dana simpanan masyarakat Inggris yang mencapai sekitar 2 triliun pound sterling. Insentif pajak disebut sebagai cara efektif untuk menarik minat masyarakat membeli obligasi perang.
Sejarah mencatat bahwa obligasi perang Inggris pertama kali diterbitkan pada 1914 saat Perang Dunia I. Penerbitan perdana gagal mencapai target 350 juta pound sterling, hanya berhasil menghimpun 91 juta pound sterling. Pada 1917, Menteri Keuangan David Lloyd George meluncurkan kampanye yang lebih agresif dan berhasil menarik sekitar tiga juta investor dengan total 2,5 miliar pound sterling. Namun pada 1932, di tengah krisis Great Depression, pemerintah memangkas bunga obligasi dari 5% menjadi 3,5%. Saat utang dilunasi pada 2014, nilai investasi awal 100 pound sterling dari 1917 hanya tersisa sedikit di atas 2 pound sterling.
Mantan Perdana Menteri Rishi Sunak menilai gagasan obligasi perang pada dasarnya hanyalah utang dengan nama berbeda. Sejarah menunjukkan bahwa perubahan kebijakan pemerintah dan inflasi dapat menggerus nilai investasi pemegang obligasi secara signifikan dalam jangka panjang.
Bagikan
Berita terkait
Inggris Tiba-Tiba Mau Terbitkan Obligasi Perang, Apa Itu?
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 08.00
Inggris Siapkan Rp3,12 Triliun untuk Percepat Pengembangan Kendaraan Nol Emisi
VOI · 16 Agustus 2026 pukul 11.50
10 Pesepak Bola Inggris dengan Gaji Tertinggi di Luar Negeri
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 07.33
Inggris Tak Terima Disebut PM Israel Netanyahu sebagai 'Republik Islam Inggris'
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 06.59