Investasi Pembuatan Aplikasi Terbesar dalam Ekonomi Kreatif
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Subsektor aplikasi menjadi penyumbang investasi terbesar dalam ekonomi kreatif pada 2025, mencapai Rp54,18 triliun dari total investasi ekonomi kreatif sebesar Rp183,01 triliun, dengan nilai ekspor mencapai US$31,94 miliar. Hal ini disampaikan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya pada Indonesia Apps Summit (IN-Apps) 2026 sebagai bagian dari World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di ICE BSD, Tangerang pada 14 September 2026.
Dalam acara tersebut, Kementerian Ekraf memberikan penghargaan kepada 13 pegiat dan perusahaan aplikasi atas kontribusi inovasi digitalnya. Penghargaan ini dikurasi oleh lima dewan juri berdasarkan enam aspek penilaian, dan diberikan dalam 13 kategori. Teuku Riefky menekankan bahwa keberhasilan ekonomi kreatif digital akan diukur dari kemampuan aplikasi Indonesia untuk bersaing di pasar global.
Selain penghargaan, Kementerian Ekraf dan Sinar Mas Land menandatangani MoU untuk mendukung pengembangan ekonomi kreatif di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional Banten. IN-Apps 2026 juga menampilkan pameran dengan 27 exhibitor termasuk partisipasi Malaysia Pavilion, serta berbagai sesi diskusi tentang transformasi digital, konektivitas lintas negara, dan keamanan data.
Bagikan
Berita terkait
Garuda Spark Raup Investasi Rp429,5 Miliar dalam 10 Bulan, Komdigi Perluas 10 Innovation Hub
Warta Ekonomi · 29 Agustus 2026 pukul 23.00
Paruh Pertama 2026, Stockbit Manjakan Investor dengan Berbagai Inovasi Fitur
VOI · 26 Agustus 2026 pukul 09.58
5 Aplikasi Emas Digital untuk Investor Pemula
JPNN.com · 3 Agustus 2026 pukul 15.29
Investasi KEK ETKI BSD Rp1,9 Triliun, Gubernur Banten: Lampaui Ekspektasi
Media Indonesia · 14 September 2026 pukul 19.59