Iran Kasih Peringatan Keras, Tak Ada Ampun Buat Amerika
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Iran menegaskan tidak akan memberi konsesi apa pun terkait program nuklirnya, termasuk hak memperkaya uranium atau mengekspor cadangan uranium tinggi (HEU), meskipun AS menyetujui proposal pembukaan jalur Selat Hormuz. Menurut seorang pejabat senior Iran kepada Reuters, jalur strategis tersebut akan tetap ditutup hingga seluruh persyaratan Iran dipenuhi oleh AS. Iran menawarkan untuk membuka Selat Hormuz dengan syarat permusuahan dihentikan selama tujuh hari, pencabutan blokade laut, pencairan dana yang dibekukan, dan penghapusan sanksi minyak. Kegerasan ini terjadi di tengah eskalasi konflik tujuh bulan antara Iran dan AS, termasuk serangan rudal dan drone Houthi ke Arab Saudi. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan optimisme mencapai kesepakatan damai sebelum pemilihan paruh waktu AS pada 3 November 2026. Sebelumnya, IAEA mencatat Iran memiliki sekitar 440,9 kg uranium dengan pengayaan 60%, dekat ambang batas senjata nuklir. Pada Juni 2025, fasilitas nuklir Iran diserang oleh Israel dan AS. Meski ada wacana pembuatan HEU, dua sumber senior melaporkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyatakan bahwa HEU tidak boleh dikirim ke luar negeri.
Bagikan
Berita terkait
Pakar Gambut Dr. Aswin Usup Paparkan Temuan Pencegahan Karhutla
JPNN.com · 27 September 2026 pukul 08.04
Redam Perang Dagang, AS-China Sepakat Pangkas Tarif Impor Rp537 Triliun
SINDOnews · 27 September 2026 pukul 08.02
Pesawat Militer Jatuh di Permukiman, 17 Orang Tewas, Termasuk 2 Jenderal
SINDOnews · 27 September 2026 pukul 08.00
Di PBB, Menlu Sugiono Tegaskan Ketahanan Nasional Jadi Fondasi Ketahanan Global
kumparan · 27 September 2026 pukul 08.00