Istana Ajak Rakyat Merdeka dari Algoritma
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi mengajak masyarakat memaknai kemerdekaan dengan membebaskan pikiran dan emosi dari pengaruh algoritma media sosial. Pernyataan disampaikan usai menghadiri Upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/8). Hasan menilai masyarakat perlu membangun mekanisme dan kebiasaan mengonsumsi informasi agar tidak mudah terpengaruh narasi yang terbentuk dari potongan konten viral. Contoh nyata adalah ramainya pembahasan soal potongan pidato Presiden Prabowo Subianto menyebut upah Rp700.000 untuk mengupas bawang, yang membuat perhatian publik terfokus pada cuplikan bukan substansi keseluruhan pidato.
Dalam kesempatan yang sama, Hasan menyampaikan penanganan gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT). Presiden Prabowo telah menginstruksikan jajaran pemerintah turun langsung dan mengerahkan bantuan sejak awal. Beberapa menteri, antara lain Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Mendagri, dan Wamen Sos, berada di lokasi untuk mendukung tanggap darurat dan pemulihan. Istana juga menegaskan penegakan hukum era Presiden Prabowo berjalan profesional, menyikapi kasus korupsi yang melibatkan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Pelantikan Hasan tertuang dalam Keppres RI Nomor 53P Tahun 2026.
Bagikan
Berita terkait
Pramono Ungkap Rp 3,8 M untuk Korban Gempa NTT Hasil Galang Dana ASN DKI
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 10.08
Jaga Ketertiban, Demo Mahasiswa Diminta Tak Terseret Provokasi
VOI · 18 Agustus 2026 pukul 10.00
BPBD: 7.968 Rumah dan 744 Fasum-Infrastruktur Rusak Akibat Gempa NTT
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 09.53
Polres Manggarai Barat Salurkan Sembako untuk Ratusan Pengungsi Pulau Longos
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 09.50