Jakarta · Selasa, 8 September 2026Cari
WargaKonoha

Jaga Choke Points dan ALKI, Indonesia Butuh Sistem UUV untuk Hadapi Ancaman Bawah Laut

Temuan kendara bawah laut nirawak asing (UUV) di Selat Lombok pada 6 April 2026 menyoroti kelemahan sistem deteksi bawah air Indonesia. Menurut Mayjen TNI (Purn) Jan Pieter Ate, UUV yang ditemukan oleh nelayan, bukan oleh Angkatan Laut atau otoritas maritim, menunjukkan kapabilitas deteksi bawah laut masih sangat minim. Hal ini menjadi pembelajaran penting bagi Kementerian Pertahanan dan TNI untuk segera mengisi kekosongan kemampuan yang ada.

Sebagai negara maritim dengan perairan sangat luas, Indonesia perlu memastikan seluruh Choke Points dan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) terjaga dengan baik. Jan menekankan pentingnya peningkatan kemampuan pertahanan maritim, sementara kemampuan darat perlu ditinjau ulang. Dinamika perkembangan kawasan, termasuk konflik Iran melawan AS dan Israel, juga harus menjadi pertimbangan dalam penguatan pertahanan maritim.

Co-Founder Jakarta Defense Society (JDS), Novan Iman Santosa, menambahkan bahwa pengembangan kekuatan maritim Indonesia harus selaras dengan dinamika dan perkembangan di kawasan. Temuan UUV asing ini memperkuat urgensi untuk mempercepat program penguatan kemampuan maritim agar dapat menjaga kedaulatan wilayah perairan secara efektif.

Berita terkait