Jakarta Jadi Kota Terpadat Dunia, Begini Dampaknya ke Bekasi-Depok
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Jakarta kini menjadi kota terpadat di dunia dengan populasi kawasan perkotaannya mencapai sekitar 42 juta jiwa, unggul melampaui Dhaka, Tokyo, dan Shanghai. Data PBB dalam laporan World Urbanization Prospects 2025 menunjukkan pertumbuhan ini belum merata, menciptakan disparitas besar antara Jakarta dan kota sekitarnya seperti Depok. Jakarta dikarakterisasi sebagai 'primate city' dengan anggaran daerah mencapai Rp80 triliun, jauh melampaui Depok yang hanya Rp2-3 triliun. PBB memperkirakan populasi Greater Jakarta akan bertambah 10 juta jiwa dalam 25 tahun mendatang, memperparah tekanan pada kawasan pusat dan wilayah penyangga.
Tekanan ini terlihat dari pertumbuhan cepat permukiman di Bekasi, Depok, Bogor, dan Tangerang yang menampung pekerja yang bekerja di Jakarta. Pola ini menciptakan struktur kota yang tersebar dan sporadis, di mana warga harus menempuh perjalanan panjang ke ibu kota setiap hari. Menurut Adriadi Dimastanto dari IAP, kota-kota penyangga perlu berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi dan layanan kedua (second CBD) agar masyarakat tidak terlalu bergantung pada Jakarta. Hal ini termasuk pembangunan rumah sakit, sekolah, dan fasilitas rekreasi di kota-kota penyangga.
Namun, pembangunan infrastruktur saja tidak cukup. Lapangan kerja yang kompetitif juga harus diciptakan di kawasan pinggiran agar warga tidak perlu berkunjung ke Jakarta secara rutin. Dengan menciptakan lapangan pekerjaan baru di luar pusat, ketergantungan masyarakat terhadap Jakarta dapat berkurang secara signifikan.
Bagikan
Berita terkait
Plh Sekda DKI Harap Hoegeng Awards Juga Angkat Polisi Teladan di Perkotaan
Detik.com · 2 Agustus 2026 pukul 09.29
Botok Ungkap Bus Rombongan Pati ke Jakarta Dibatalkan, Klaim Ada Intervensi Polisi
Warta Ekonomi · 25 Agustus 2026 pukul 13.03
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Istiqlal
ANTARA News · 25 Agustus 2026 pukul 11.48
Rumah Sakit Baru di Jakarta Ini Hadirkan Layanan Sel Punca hingga Riset Vaksin Kanker
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 11.40