Jangan Biarkan Asap Rokok Renggut Impian Punya Bayi: Kenali Dampak Buruknya pada Kesuburan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Merokok berdampak signifikan pada kesehatan reproduksi, termasuk mempercepat penurunan fungsi ovarium pada perempuan hingga 1-4 tahun lebih awal menopause. Asap rokok menyebabkan kerusakan DNA dan kelainan kromosom pada sel reproduksi, meningkatkan risiko kelahiran prematur, gangguan pertumbuhan janin, plasenta previa, hingga Down Syndrome pada anak. Bahan kimia seperti nikotin, karbon monoksida, dan sianida menyempitkan pembuluh darah dan mengganggu fungsi plasenta. Di Indonesia, KPAI mengadvokasi pengawasan rokok elektrik dan vape, serta mendorong implementasi PP No 28/2024 untuk mengurangi akses rokok di sekolah. Upaya edukasi melalui Puteri WITT 2026 dan laporan tentang teknologi reproduksi berkantu juga menjadi langkah preventif.
Bagikan
Berita terkait
Integrator ICT Indonesia Perluas Kapabilitas Cloud End-to-End
Media Indonesia · 12 September 2026 pukul 13.28
Pakar soal Gempa Kepulauan Seribu: Guncangan Luas Tapi Tidak Merusak
CNN Indonesia · 12 September 2026 pukul 12.40
Menag Nasaruddin Umar: MTQ Nasional 2026 Meriah Bukan Hanya Oleh Umat Islam
JPNN.com · 12 September 2026 pukul 11.52
Survei: ChatGPT Jadi AI Paling Dikenal dan Banyak Dipakai di Indonesia
kumparan · 12 September 2026 pukul 11.23