Jakarta · Sabtu, 12 September 2026Cari
WargaKonoha

Jangan Biarkan Asap Rokok Renggut Impian Punya Bayi: Kenali Dampak Buruknya pada Kesuburan

Merokok berdampak signifikan pada kesehatan reproduksi, termasuk mempercepat penurunan fungsi ovarium pada perempuan hingga 1-4 tahun lebih awal menopause. Asap rokok menyebabkan kerusakan DNA dan kelainan kromosom pada sel reproduksi, meningkatkan risiko kelahiran prematur, gangguan pertumbuhan janin, plasenta previa, hingga Down Syndrome pada anak. Bahan kimia seperti nikotin, karbon monoksida, dan sianida menyempitkan pembuluh darah dan mengganggu fungsi plasenta. Di Indonesia, KPAI mengadvokasi pengawasan rokok elektrik dan vape, serta mendorong implementasi PP No 28/2024 untuk mengurangi akses rokok di sekolah. Upaya edukasi melalui Puteri WITT 2026 dan laporan tentang teknologi reproduksi berkantu juga menjadi langkah preventif.

Berita terkait