Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Jangan Cepat Membuang Air Hujan dari Kota

Setiap kali hujan deras mengguyur kota, refleks umum adalah membuang air secepat mungkin dari kawasan permukiman. Drainase diperbesar, saluran dibersihkan, dan pompa dinyalakan. Air dialirkan ke sungai agar segera meninggalkan kota.

Beberapa bulan kemudian saat musim kemarau tiba, air justru dicari untuk menyiram tanaman dan memasok lahan pertanian perkotaan. Cadangan air tanah semakin terbatas. Muncul paradoks: air yang dianggap ancaman saat hujan menjadi sumber daya yang dibutuhkan saat kemarau.

Persoalan kota bukan semata-mata terlalu banyak atau terlalu sedikit air, melainkan cara kota memperlakukan air hujan. Air hujan dapat diubah dari ancaman banjir menjadi sumber daya yang bermanfaat.

Berita terkait