Jangan Terobsesi Anak harus Gemuk, Dokter Ungkap Risiko di Baliknya
SINDOnews± 1 menit baca
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Banyak orang tua di Indonesia menganggap anak gemuk sebagai tanda sehat, bahkan ada stigma sosial bahwa anak yang banyak makan harusnya gemuk. Kondisi ini menyebabkan kepanikan saat anak terlihat ramping dan memicu pola makan berlebih. Dr. Ardi Santoso menekankan obsesi berat badan tanpa panduan medis berisiko menimbulkan komplikasi kesehatan jangka panjang. Edukasi perlu diperluas untuk mengubah pandangan tentang tumbuh kembang anak.
Bagikan
Berita terkait
29 Ribu Anak Laki-Laki di Bali Terima Vaksin HPV, Cegah Kanker Penis hingga Anus
JPNN.com · 16 Agustus 2026 pukul 21.04
Upaya Paiton Energy Mengembalikan Senyum Anak-Anak Indonesia
JPNN.com · 16 Agustus 2026 pukul 20.11
Bandung Tuan Rumah ACPID 2026: Perkuat Kolaborasi Asia Hadapi Ancaman Penyakit Infeksi Anak
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 05.05
Masih Banyak yang Konsumsi Kental Manis Dinilai Bukti Kegagalan Pemerintah Melindungi Kesehatan Anak
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 17.50