Jateng Masih Magnet Investasi, Perusahaan Australia Tanamkan USD 350 Juta di Batang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Jawa Tengah masih menjadi magnet investasi asing. Perusahaan asal Australia, Pure Battery Technologies (PBT), berkomitmen menanamkan modal sekitar USD 350 juta di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang. Investasi ini bergerak di sektor produksi bahan prekursor katoda aktif (precursor cathode active material/PCAM) dan diproyeksikan menyerap sekitar 1.000 tenaga kerja pada masa konstruksi. Pabrik direncanakan dibangun mulai 2027.
Chairman PBT, Stephen Wilmot, mengatakan perusahaannya saat ini tengah mengerjakan tahap rekayasa sebagai persiapan pembangunan. Audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dilakukan di Kota Semarang. Setelah beroperasi, pabrik diperkirakan membutuhkan sekitar 200 pekerja tetap, belum termasuk tenaga kerja pendukung seperti logistik, angkutan, dan pengiriman.
Wilmot menegaskan PBT akan memprioritaskan tenaga kerja lokal. Perusahaan juga akan memberikan pendidikan dan pelatihan agar masyarakat setempat memiliki keterampilan yang dibutuhkan industri baterai. Proyek di Jawa Tengah menjadi investasi terbesar yang pernah dilakukan PBT, dengan skala pabrik diperkirakan lebih dari empat kali lipat dibandingkan fasilitas pemurnian milik perusahaan di Jerman.
Bagikan
Berita terkait
Dugaan Keracunan MBG di Batang, Korban Mencapai 276 Orang
JPNN.com · 24 September 2026 pukul 06.18
Bea Cukai Tegal Pacu Pelaku Usaha di Kawasan Ekonomi Khusus Naik Kelas ke Pasar Global
JPNN.com · 18 September 2026 pukul 08.39
Investor Asal Dubai Puji Gerak Cepat Ahmad Luthfi Soal Mini Refinery
CNN Indonesia · 17 September 2026 pukul 14.53
Investasi Mini Refinery Jateng Segera Nyata, Investor Dubai Puji Ahmad Luthfi
kumparan · 17 September 2026 pukul 13.37