Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Jejak Asmara Bung Karno dan Fatmawati di Jalur KRL Green Line

Artikel ini mengulas jejak sejarah asmara antara Sukarno (Bung Karno) dan Fatmawati yang berkaitan dengan jalur KRL Green Line, dari Rangkasbitung hingga Tanah Abang. Jalur rel zaman kolonial ini menjadi saksi perjalanan cinta mereka. Pada tahun 1943, Sukarno yang sedang diasingkan di Batavia mengirim telegram kepada Fatmawati di Bengkulu untuk menikah dengan wakilnya, Opseter Sarjono. Pernikahan jarak jauh itu dilaksanakan pada 1 Juni 1943.

Setelah menikah, Fatmawati melakukan perjalanan panjang dari Bengkulu ke Jakarta. Ia menumpang kereta api, mobil, dan kapal laut, akhirnya tiba di Rangkasbitung dan menginap di kediaman seorang camat. Keesokan harinya, ia melanjutkan perjalanan dengan KRL dari Stasiun Rangkasbitung ke Tanah Abang. Di sana, ia disambut oleh tokoh-tokoh pergerakan atas perintah Sukarno.

Setelah seminggu menunggu, Sukarno kembali dari tugas politiknya dan menjemput Fatmawati dengan becak. Mereka lalu hidup bersama di Jakarta. Kisah cinta mereka dimulai saat Sukarno diasingkan di Bengkulu, sebelum ia bercerai dari Inggit Garnasih.", "tags": ["sejarah", "asmara", "krl", "sukarno", "fatmawati"]

Berita terkait