Jejak Asmara Bung Karno dan Fatmawati di Jalur KRL Green Line
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1615445/original/036036400_1496727952-IMG_0527.jpg)
Artikel ini mengulas jejak sejarah asmara antara Sukarno (Bung Karno) dan Fatmawati yang berkaitan dengan jalur KRL Green Line, dari Rangkasbitung hingga Tanah Abang. Jalur rel zaman kolonial ini menjadi saksi perjalanan cinta mereka. Pada tahun 1943, Sukarno yang sedang diasingkan di Batavia mengirim telegram kepada Fatmawati di Bengkulu untuk menikah dengan wakilnya, Opseter Sarjono. Pernikahan jarak jauh itu dilaksanakan pada 1 Juni 1943.
Setelah menikah, Fatmawati melakukan perjalanan panjang dari Bengkulu ke Jakarta. Ia menumpang kereta api, mobil, dan kapal laut, akhirnya tiba di Rangkasbitung dan menginap di kediaman seorang camat. Keesokan harinya, ia melanjutkan perjalanan dengan KRL dari Stasiun Rangkasbitung ke Tanah Abang. Di sana, ia disambut oleh tokoh-tokoh pergerakan atas perintah Sukarno.
Setelah seminggu menunggu, Sukarno kembali dari tugas politiknya dan menjemput Fatmawati dengan becak. Mereka lalu hidup bersama di Jakarta. Kisah cinta mereka dimulai saat Sukarno diasingkan di Bengkulu, sebelum ia bercerai dari Inggit Garnasih.", "tags": ["sejarah", "asmara", "krl", "sukarno", "fatmawati"]
Bagikan
Berita terkait
Mendagri Tito Pimpin Upacara HUT 81 Kemerdekaan RI di Manggarai Timur
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 13.58
Profil Kombes Jerrold, Komandan Upacara Penurunan Bendera HUT 81 RI di Istana
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 13.57
Rafale dan A400M TNI AU Flypast Perdana saat Upacara Istana Merdeka
CNN Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 13.55
Indonesia dan 7 Negara Muslim Kutuk Penolakan Israel Atas Rencana Gaza
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 13.54