Jejak DN Aidit di Pusaran 30 September
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9361170/original/087718200_1790680316-Screenshot_20250930_202710_Gallery.jpg)
Peristiwa 30 September 1965 dipicu oleh rumor rencana kudeta Dewan Jenderal, yang mendorong D.N. Aidit dan Biro Khusus PKI melakukan tindakan preventif. Pada malam kejadian, Aidit meninggalkan rumahnya di Jakarta setelah dijemput oleh Mayor Soejono untuk menemui Syam Kamaruzaman guna memeriksa kesiapan akhir gerakan bersama perwira militer pro-PKI.
Aidit merencanakan pembersihan pimpinan Angkatan Darat dan menyiapkan draf Dekrit Dewan Revolusi. Setelah gagal menemui Presiden Soekarno secara langsung di Halim Perdanakusuma, Aidit beristirahat di markas 'Cenko II'. Pada 2 Oktober 1965, ia bertolak ke Yogyakarta untuk mengondisikan evakuasi Presiden, menandai awal periode kelam dalam sejarah Indonesia.
Bagikan
Berita terkait
Khofifah Imbau Warga Jatim Kibarkan Bendera Setengah Tiang G30S
CNN Indonesia · 30 September 2026 pukul 06.00
Beri Kuliah Umum di UMY, Mahfud MD Paparkan Relasi Agama dan Negara
Detik.com · 28 September 2026 pukul 20.37
Ketua Kelompok DPD di MPR Dukung Peluncuran Dua Buku MPR RI
Detik.com · 27 September 2026 pukul 21.56
Hari Bhakti Postel ke-81 Jadi Wujud Kuatnya Kolaborasi Sektor Digital
CNN Indonesia · 27 September 2026 pukul 17.23