Jepang Pertimbangkan ODA untuk Perkuat Pelabuhan Perikanan dan Patroli Laut Indonesia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Jepang sedang mempertimbangkan ODA untuk membangun fasilitas pelabuhan perikanan di Indonesia yang juga dapat digunakan kapal patroli maritim. Inisiatif ini menjadi respons terhadap penangkapan ikan ilegal dan penyelundupan di Laut China Selatan, kawasan dengan klaim wilayah tumpang tindih. Japan International Cooperation Agency (JICA) telah memulai studi pendahuluan sejak September 2025, mengkaji tujuh lokasi potensial termasuk Kepulauan Natuna. Dua pelabuhan pertama akan dipilih berdasarkan posisi geografis dan pentingnya pengawasan maritim. Pembangunan diperkirakan selesai pada Juni 2027 dan mencakup perluasan dermaga serta fasilitas bahan bakar. Rencana ini selaras dengan hasil pertemuan antara Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto di Tokyo pada Maret 2025.
Bagikan
Berita terkait
Agresivitas atau Insekuritas: Mengapa China Terus Memprovokasi di Laut China Selatan?
SINDOnews · 4 September 2026 pukul 07.41
Satelit Ungkap Instalasi Misterius Baru China di LCS, untuk Apa?
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 10.30
llmuwan Tenggelamkan Sapi di Laut Lalu Sosok Raksasa Muncul
Detik.com · 24 Agustus 2026 pukul 05.45
RI-China Sepakati Kerja Sama Maritim, Tingkatkan Keselamatan Navigasi Laut
kumparan · 21 Agustus 2026 pukul 14.01