Jokowi Bocorkan Target Besar PSI di 2029, Bukan hanya Masuk Senayan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312803/original/079850600_1785559829-224787.jpg)
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PSI Kota Kupang pada Sabtu (1/8/2026). Dalam kesempatan itu, Jokowi meminta kader PSI bekerja lebih keras memperkenalkan partai menjelang Pemilu 2029. Ia menyebut PSI memiliki target besar yang melampaui sekadar lolos ke parlemen, namun menolak merinci target tersebut di hadapan publik.
Jokowi menilai antusiasme kader dan masyarakat yang memadati rakorda di Kota Kupang menjadi modal penting mencapai target elektoral. Ia juga menekankan bahwa kekuatan PSI tidak hanya diukur dari perolehan kursi legislatif, tetapi juga dari penguatan struktur organisasi hingga tingkat desa.
Selain itu, Jokowi menyoroti peningkatan perolehan kursi PSI di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dari hanya 11 kursi DPRD pada 2019, PSI berhasil meraih 34 kursi setelah Pemilu 2024. Berdasarkan capaian tersebut, Jokowi meyakini NTT berpotensi menjadi salah satu basis utama PSI di Pemilu 2029.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 2 Agustus 2026 pukul 14.52
Jokowi Uji "Kesaktian", Pertaruhan Bawa PSI Melenggang ke Senayan
JPNN.com · 1 Agustus 2026 pukul 22.46
Demi Target Besar 2029, Jokowi Minta PSI Ubah Cara Kerja Organisasi
CNN Indonesia · 1 Agustus 2026 pukul 18.55
Jokowi ke Kader PSI di NTT: Kita Menuju Kemenangan Besar di 2029
JPNN.com · 3 Agustus 2026 pukul 20.30
Elektabilitas PSI Tembus 4,1 Persen, tetapi Itu Tak Menjamin Hasil Pemilu 2029
Berita terkait
Jokowi: PSI Partai Baru, tapi Sudah Banyak yang Takut
Liputan6.com · 26 September 2026 pukul 17.29
Projo: PSI dan Kami Punya Kedekatan, Tak Perlu Disangkal Sama-sama Pernah dan Tetap Pendukung Jokowi
Warta Ekonomi · 27 Agustus 2026 pukul 10.57
Demi Kartu Selamat, Jokowi Bakal Lakukan Apa Pun untuk Menangkan PSI
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 13.12
Ketuhar PSI: Pak Jokowi Tidak Takut dengan angka 8...
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 13.48