Jokowi Ingatkan Kekuasaan Hanya Sementara: Jangan Dipakai untuk Menjatuhkan Orang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan agar kekuasaan dan jabatan tidak disalahgunakan untuk menjatuhkan atau menyakiti orang lain. Dalam peringatan Maulid Nabi dan Haul ke-8 Al-Maghfrollah KH Musyafa Ali di Pondok Pesantren Al-Falah, Kebumen, Jawa Tengah, Jokowi menyampaikan bahwa setiap kekuasaan bersifat sementara dan harus digunakan dengan bijak. Ia mengutip petuah Jawa "Lamun siro sekti, ojo mateni" untuk menekankan pentingnya tidak menggunakan kekuatan untuk mencelakakan orang lain. Menurut Jokowi, prinsip ini berlaku bagi semua pemimpin, mulai dari tingkat nasional hingga lurah di pemerintahan paling bawah. Ia memberi contoh seseorang yang menjadi lurah tidak bolei bersikap kasar atau arogan kepada masyarakat yang dipimpinnya. Jokowi menegaskan bahwa jabatan dan kekuasaan hanya sementara, sehingga harus disikapi dengan rendah hati dan kepedulian pada kepentingan bersama.
Bagikan
Berita terkait
Dibangun Jokowi, Dihuni Gibran: IKN Dipastikan Tak Bernasib Sama dengan Hambalang?
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 11.05
Loyalis Jokowi: Enggak Bisa Ngomong Pemerintahan Antikorupsi Kalau Membiarkan Praktik Korupsi...
Warta Ekonomi · 24 Agustus 2026 pukul 15.43
Momen Jokowi Disambut 'Hambalang Boys' di Pernikahan Kasespri Prabowo
Warta Ekonomi · 24 Agustus 2026 pukul 04.12
Jokowi Tak Pernah Rela Lepaskan Kekuasaan ke Siapa Pun, Said Didu: Termasuk ke Prabowo
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 13.23