Kadin Dorong Industri Tambang Percepat Adopsi AI dan Elektrifikasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong industri pertambangan untuk mempercepat adopsi teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI) dan elektrifikasi, guna meningkatkan efisiensi modal dan daya saing di tengah tekanan geopolitik serta volatilitas biaya. Aryo Djojohadikusumo, Wakil Ketua Umum Kadin bidang ESDM, menyatakan bahwa inovasi bukan lagi sekadar proyek percontohan, tetapi telah menjadi kebutuhan operasional bagi banyak perusahaan anggota Kadin. Forum bertajuk "The Next Chapter of Indonesian Mining: Growth, AI, Capital, and Electrification" menjadi ajang diskusi strategi menghadapi dinamika pasar dan tuntutan transformasi industri.
Menurut Aryo, volatilitas harga bahan bakar dan komoditas membuat perusahaan pertambangan semakin selektif dalam menentukan belanja modal (capex). Setiap investasi teknologi harus memberikan dampak nyata terhadap produktivitas dan efisiensi operasional. Inovasi dianggap sebagai kunci untuk membangun ketahanan jangka panjang industri pertambangan nasional.
Dany Amrul Ichdan, Wakil Direktur Utama MIND ID, menekankan bahwa transformasi pertambangan membutuhkan rencana eksekusi yang jelas, terutama dalam penerapan AI dan elektrifikasi. Ia menyatakan pentingnya beralih dari keunggulan sumber daya (resource advantage) menuju keunggulan berbasis kecerdasan (intelligence advantage) agar Indonesia tetap kompetitif di pasar global.
Bagikan
Berita terkait
Energy Insights Forum Soroti Masa Depan Pertambangan Indonesia
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 21.05
Target Rasio Elektrifikasi 100 Persen: Pemerintah Kejar Desa tanpa Listrik hingga 2029
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 20.05
Hamure Tawarkan Ruang Modular untuk Industri Tambang hingga Konstruksi
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 20.05
Altrak 1978 dan Berca Perluas Portofolio Alat Berat Ramah Lingkungan
SINDOnews · 10 September 2026 pukul 13.37