Kado Rumi untuk sang Nabi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Artikel ini mengeksplorasi makna cinta kepada Nabi Muhammad SAW melalui karya penyair sufi Jalaluddin Rumi. Rumi, yang sering dianggap toleran dan inklusif, justru berakar kuat pada tradisi Islam yang ia pelajari sejak kecil, termasuk teladan Nabi Muhammad. Dalam Divan-e Syams dan Matsnawi, Rumi menyatakan bahwa cinta Tuhan dan rahasia kecintaan-Nya kepada sang Kekasih menjadi sebab utama tersingkapnya seluruh tabir penciptaan. Ia menuliskan bahwa jika bukan karena Nabi, Tuhan tidak akan menciptakan alam semesta. Rumi menempatkan Muhammad sebagai ruh yang menghidupkan dunia, sehingga kehadiran Nabi bukan sekadar peristiwa berlalu, melainkan energi yang terus mengalir menggerakkan seluruh eksistensi.
Rumi juga menekankan sisi humanis sang Nabi. Dalam Matsnawi, ia menulis bahwa sebaik-baik manusia adalah dia yang bermanfaat bagi orang lain. Nabi Muhammad dikenal memberikan pakaian dan makanan setara dengan yang dikenakannya sendiri, menegaskan bahwa perbedaan posisi sosial tidak boleh mengurangi kemanusiaan seseorang. Nabi juga memberi ruang bagi manusia untuk berubah, dengan mengetahui keburukan tetapi memilih tidak mempermalukan. Rumi menautkan kenabiahan Nabi dengan kebebasan, di mana 'Maula' adalah yang membebaskan dari belenggu ego, keserakahan, dan ketakutan.
Maulid bagi Rumi bukan sekadar kenangan kelahiran Nabi, tetapi pengingat cara beliau memperlakukan manusia. Cinta kepada Nabi harus mendorong kita untuk lebih peduli pada yang lemah, menjaga martabat orang lain, dan memberi ruang bagi mereka untuk bangkit. Jika maulid hanya membuat kita lebih fasih melantunkan selawat tanpa meningkatkan kesadaran akan penderitaan sesama, maka ada sesuatu yang belum selesai dalam cara kita mencintai Nabi.
Bagikan
Berita terkait
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Istiqlal
ANTARA News · 25 Agustus 2026 pukul 11.48
Doa Awal Bulan Maulid yang Diajarkan Habib Umar bin Hafizh
SINDOnews · 15 Agustus 2026 pukul 14.56
Rabiul Awal Bulan Maulid Nabi, Ini Alasan Umat Islam Dianjurkan Perbanyak Selawat
SINDOnews · 11 Agustus 2026 pukul 17.35
Asbabun Nuzul Al-Baqarah Ayat 178-179, Kisah Qishash dan Hikmah di Baliknya
SINDOnews · 3 Oktober 2026 pukul 17.49