Kapal Induk Abraham Lincoln 'Kelelahan' 259 Hari di Laut: Ribuan Tentara AS Rentan Jadi Target Empuk Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kapal induk USS Abraham Lincoln telah berada di laut selama 259 hari berturut-turut, mencatat rekor dalam operasi militer AS di wilayah Iran. Sejumlah besar personel kapal, sekitar 5.000 pelaut dan Marinir, mengalami kondisi yang sangat sulit termasuk kelelahan, gangguan kesehatan mental, kekurangan pasokan, kelangkaan makanan, dan kontaminasi air. Sistem pengiriman surat juga mengalami gangguan sehingga banyak bantuan dari keluarga tidak sampai ke kapal. Para keluarga personel yang bertugas di atas kapal telah menyuarakan kemarahan dan kekhawatiran mereka dalam pertemuan dengan Pejabat Angkatan Laut AS, termasuk Pertemuan Tatap Muka di San Diego dan pertemuan virtual lainnya. Mereka meminta jawaban mengenai kapan para pelaut dapat pulang, namun hingga kini belum ada jawaban pasti. Beberapa keluarga juga menyampaikan kekhawatiran tentang dampak operasi militer ini terhadap kesehatan mental dan moral para pelaut, bahkan ada yang meragukan misi yang sedang dilakukan. Untuk menggantikan USS Lincoln, Angkatan Laut AS sedang mempersiapkan USS Theodore Roosevelt, namun tidak diketahui kapan pergantian ini akan dilakukan. Para pemimpin Angkatan Laut menekankan profesionalisme dan ketangguhan para pelaut, namun keluarga tetap menuntut transparansi dan solusi atas berbagai masalah yang dihadapi para personel di atas kapal.
Bagikan
Berita terkait
Masa Tugas Awak USS Abraham Lincoln Tembus 260 Hari, Trump: Belum Cukup Lama
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 19.50
Trump Tepis Kekhawatiran soal Kondisi di Kapal Induk Abraham Lincoln
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 03.09
7 Tentara AS Bentrok hingga Tewas di Kapal Induk USS Abraham Lincoln
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 13.36
Ribuan Awak Kapal Induk AS Mulai Tumbang setelah 8 Bulan Perang Iran: Makanan Cuma Nasi dan Tortilla
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 05.46