Kapal Induk dan 5.000 Tentara AS Merapat ke Pattaya, Ada Uang Besar dan Risiko Wisata Seks
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kapal induk USS Abraham Lincoln Angkatan Laut AS akan bersandar di Pelabuhan Laem Chabang dekat Pattaya, Thailand, pada 2 September 2026, membawa sekitar 5.000 pelaut dan marinir. Kedatangan ini terjadi setelah penugasan lebih dari 250 hari di laut, termasuk dukungan operasi militer di Timur Tengah terkait konflik AS-Israel-Iran. Otoritas Thailand berharap kunjungan ini mendorong perekonomian lokal, namun sekaligus memperketat pengawasan terkait risiko wisata seks.
Menjelang kedatangan kapal, polisi Pattaya menyiapkan patroli tambahan di kawasan pantai dan distrik hiburan malam. Operasi penggerebekan akhir pekan sebelumnya berhasil menahan 40 hingga 50 orang yang diduga terlibat prostitusi. Prostitusi memang ilegal di Thailand, namun industri seks komersial tetap tampak terbuka di sejumlah pusat wisata seperti Bangkok dan Pattaya.
Kepala Kepolisian Pattaya Anek Srathongyoo menyatakan bahwa pihak keamanan berusaha maksimal, namun menghukau karena pekerja seks komersial cenderung menawarkan jasa di ruang publik tanpa diketahui aparat. Pihak kapal juga menekankan pentingnya pemulihan kondisi personel setelah penugasan panjang di laut.
Bagikan
Berita terkait
Pasar Sunter Podomoro Bakal Direvitalisasi, Struktur hingga Sistem Kelistrikan Diperbarui
VOI · 31 Agustus 2026 pukul 15.45
Berkat BRI, Usaha Mikro Asal Merauke Raih Pasar Lebih Luas
CNBC Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 14.29
Coba Bunuh Diri dari Kapal Induk USS Abraham Lincoln, Prajurit AS Hadapi Sanksi Disipliner
SINDOnews · 30 Agustus 2026 pukul 11.12
3 Kapal dan 1 Helikopter Inggris Buntuti Kapal Perang Rusia selama 72 Jam yang Menegangkan
SINDOnews · 30 Agustus 2026 pukul 06.12