Karangan Bunga Banjiri Rumah Duka Guruh Soekarnoputra
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rumah duka jenazah Guruh Soekarnoputra, putra bungsu Presiden Soekarno dan adik Megawati, di Jl. Sriwijaya Raya No.26, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, mulai dibanjiri karangan bunga dari berbagai tokoh. Karangan bunga dikirim oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan, Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo, serta dua anggota DPR RI dari PDIP, Adian Napitupulu dan Sihar Sitorus. Sejumlah tokoh ternama juga datang ke rumah duga, termasuk Ketua DPP PDI Perjuangan Prananda Prabowo, mantan Menteri Pariwisata Sandiaga Uno, Akbar Tandjung, dan Addie MS. Guruh Soekarnoputra meninggal pada Sabtu, 26 September 2026, pukul 17.00, setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Siloam Semanggi, Jakarta. Menurut Sekretaris Jeneral PDIP Hasto Kristyanto, ia meninggal dalam keadaatan tidak diketahui secara resmi. Lahir pada 13 Januari 1953, Guruh adalah anak bungsu Soekarno dari pernikahan dengan Fatmawati. Ia pernah menempuh pendidikan di Perguruan Cikini, SMA Negeri 25 Jakarta, dan University of Amsterdam, sebelum melanjutkan studi di STIAMI dan meraih gelar Magister Manajemen. Guruh dikenal sebagai seniman berbakat, terutama di bidang tari dan musik. Ia mendirikan Swara Mahardika, GSP Production, Guruh Gipsy, dan Gank Pegangsaan. Beberapa lagu legendarisnya meliputi "Kala Sang Surya Tenggelam", "Melati Suci", "Zamrud Khatulistiwa", "Lenggang Puspita", "Mahadaya Cinta", dan "Galih dan Ratna". Dalam dunia politik, ia bergabung dengan PDI pada 1982 dan PDIP sejak 1999, pernah menjadi anggota DPR RI dari Jawa Timur selama 1999-2024.
Bagikan
Berita terkait
Kapolri: Tugas Polri Penuh Risiko, Kami Membutuhkan Doa dan Bimbingan Ulama
JawaPos · 26 September 2026 pukul 14.00
Kecam Pidato PM Solomon di PBB Soal Pelanggaran HAM Papua, DPR RI Pertanyakan Sumber Datanya
JawaPos · 26 September 2026 pukul 14.00
Kapolri: Keberagaman Harus Jadi Kekuatan untuk Jaga Persatuan Bangsa
kumparan · 26 September 2026 pukul 14.00
Kecam Pidato PM Solomon soal Papua di Sidang PBB, Abraham Sridjaja: Sembrono dan Sepihak
JPNN.com · 26 September 2026 pukul 13.56