Karhutla Kawasan Gunung Semeru Meluas Hampir 600 Hektare
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Semeru, Jawa Timur, yang dimulai pada 26 Agustus 2026, telah menghanguskan 598 hektare lahan hingga kini. Menurut BPBD Jawa Timur, api masih aktif di dua titik: B29 di Desa Argosari dan Ranu Kembang di Desa Ranu Pani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Area yang terdampak meliputi Gunung Kepolo, Jambangan, Hutan Po'o, dan jalur pendakian alternatif Ayak-ayak. Medan tebing curam dan angin kencang menjadi kendala utama bagi petugas dalam mengendalikan api. Untuk mencegah penyebaran lebih lanjut, tim gabungan telah melakukan pembuatan sekat bakar di wilayah Ayak-ayak dan Po'o, serta pemadaman darat di jalur pendakian Semeru antara Pos 1 dan Pos 2. Akibatnya, Balai Besar Taman Nasional Tengger Semeru (TNBTS) menutup sementara seluruh aktivitas pendakian Gunung Semeru mulai 26 Agustus 2026 hingga waktu tidak ditentukan. Koordinasi antara BPBD Provinsi Jatim, BPBD Kabupaten Lumajang, dan TNBTS sedang dilakukan untuk percepatan penanganan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 2 September 2026 pukul 08.26
Kebakaran Lahan di Semeru Capai 598 Hektare, BPBD Ungkap Kendala Pemadaman
JPNN.com · 1 September 2026 pukul 08.33
Karhutla Lereng Semeru Capai 600 Hektare Lebih, Petugas Cegah Api Mendekati Permukiman
Berita terkait
Kebakaran Bromo Meluas Hingga 550 Hektare, Api Dekati Permukiman Warga
CNN Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 11.27
Ada 7 Titik Karhutla di Gunung Semeru, Lihatlah Kondisinya
JPNN.com · 29 Agustus 2026 pukul 11.55
Kebakaran di Blok Ranu Kembang, Pendakian Gunung Semeru Ditutup Total
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 23.56
Karhutla Landa Kawasan TNBTS di Bukit Sentong Lumajang
CNN Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 17.26