Karhutla Rusak Paru-Paru Dunia, PKB Desak Pemerintah Tetapkan Bencana Nasional
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Anggota DPR dari Fraksi PKB, Daniel Johan, meminta pemerintah menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana nasional. Karhutla telah melanda sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Sumatera, Kalimantan, dan Jawa, sehingga membutuhkan penanganan yang lebih serius dan berskala nasional. Menurutnya, karhutla tidak lagi hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi telah berkembang menjadi ancaman bagi kesehatan, keselamatan, dan kehidupan sosial-ekonomi masyarakat. Kalimantan, yang dikenal sebagai salah satu paru-paru dunia, kini mengalami pencemaran udara akibat asap kebakaran hutan, yang berdampak negatif pada kelompok rentan seperti bayi dan anak-anak. Selain dampak kesehatan, karhutla juga mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat, seperti mobilitas dan usaha yang bergantung pada aktivitas di luar rumah. Daniel menegaskan pentingnya koordinasi pemerintah dalam penanganan karhutla, mulai dari pemadaman hingga pencegahan, sekaligus memastikan bantuan bagi masyarakat terdampak, termasuk masker, alat kesehatan, dan layanan medis.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 2 September 2026 pukul 16.13
Anggota DPR Soroti Dampak Karhutla: Jangan Biarkan Kabut Asap Meluas
JPNN.com · 2 September 2026 pukul 12.38
Celios Mendesak Pemerintah Tetapkan Bencana Nasional Karhutla 2026
JPNN.com · 1 September 2026 pukul 00.13
Karhutla Mulai Mereda, Menhut Raja Juli Ingatkan Titik Api Bisa Muncul Lagi
Berita terkait
Karhutla Riau Ditangani Komprehensif, Menhut Tekankan Butuh Kolaborasi Berbagai Pihak
JawaPos · 30 Agustus 2026 pukul 19.00
Temui Prabowo, Panglima Jilah Sebut Personel hingga Helikopter Ditambah Tangani Karhutla
VOI · 28 Agustus 2026 pukul 22.45
Polda Sumsel Bagikan Ribuan Masker Kepada Pelajar dan Warga Terdampak Karhutla
JPNN.com · 28 Agustus 2026 pukul 20.05
Grup Astra Agro di Kalsel Bantu Tanggulangi Karhutla di Ring Satu Bandara Syamsudin Noor
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 17.53