Kasus DBD di Klaten Turun Signifikan pada 2026, Warga Diminta Tetap Waspada
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada tahun 2026 menunjukkan penurunan yang sangat signifikan. Berdasarkan data hingga minggu ke-32, tercatat 124 kasus DBD dengan satu kematian. Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 yang mencatat 419 kasus dan tiga kematian, angka kasus pun turun drastis. Penurunan ini dianggap sebagai hasil dari meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjalankan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan optimalisasi peran juru pemantau jentik nyamuk (jumantik) di tingkat desa dan kelurahan. Selain itu, kegiatan sosialisasi dan edukasi yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan juga berperan penting dalam menekan penyebaran virus tersebut.
Meskipun data menunjukkan perbaikan yang positif, Kepala Dinas Kesehatan Klaten, Anggit Budiarto, mengingatkan agar masyarakat tidak mengendurkan upaya pencegahan. Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menjaga agar kegiatan PSN serta jumantik tetap berjalan secara optimal. Hal ini dilakukan untuk mencegah kemungkinan kembalinya lonjakan kasus akibat perubahan cuaca atau kondisi lingkungan yang tidak terawat.
Dinas Kesehatan Klaten juga aktif melaksanakan berbagai kegiatan pencegahan, termasuk mengirimkan 180 tenaga kesehatan dari berbagai puskesmas, rumah sakit, klinik, dan unit kesehatan lainnya untuk mendukung upaya pencegahan dan penanganan DBD di masyarakat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 05.30
Penerapan Nyamuk Wolbachia Cegah DBD di Jakarta Ditambah ke Cengkareng
Berita terkait
Kasus DBD di Klaten 2026 Turun Drastis, Dinkes Ingatkan Warga Tetap Waspada
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 12.30
Gandeng 100 Kader Jumantik, Soffell Edukasi Pencegahan DBD di Mampang Prapatan
JPNN.com · 8 September 2026 pukul 19.23
Menkes Ingatkan DBD Berpotensi Naik saat El Nino, Ini Cara Pencegahannya
kumparan · 14 September 2026 pukul 19.55
5 Orang Meninggal karena DBD di Tapteng, Dinkes Sebut Dipicu Banjir
kumparan · 14 September 2026 pukul 19.52