KDM Ajak Insan Akademik Lahirkan Karya & Dampak Nyata bagi Masyarakat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) membuka resmi Musyawarah Wilayah VII KAHMI Jawa Barat di Bandung, mendorong insan akademik agar tidak hanya menghasilkan pemikiran, tetapi juga karya nyata yang berdampak bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa perubahan regulasi atau rezim saja tidak cukup untuk memecahkan persoakan bangsa; yang dibutuhkan adalah pemikiran yang dapat diterjemahkan menjadi tindakan konkret berdasarkan akar budaya Nusantara. KDM mengkritik rendahnya keterkaitan antara ilmu akademik dan realitas kehidupan masyarakat, terutama di lingkungan perkotaan di sekitar pusat pendidikan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pengetahuan harus diukur dari dampaknya bagi kehidupan publik, bukan sekadar jumlah gelar akademik yang diraih. Menurutnya, seorang intelektual harus menjadi pencipta—inovator yang menghasilkan karya seperti lagu, arsitektur, sistem pendidikan, aplikasi, atau sistem energi yang berguna bagi banyak orang. KDM juga menyerukan agar nilai-nilai keislaman dan gagasan besar disampaikan dalam bahasa yang sederhana dan mudah dipahami masyarakat, seperti halnya tokoh Semar dalam pewayangan yang memilih berada di tingkat paling bawah demi memberikan perubahan langsung.
Bagikan
Berita terkait
Prabowo Tegaskan Hormati Pakar soal Karhutla: 'Saya Selalu Cari Pakar'
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 20.33
Prabowo Mengundang Pakar dan Akademisi di Istana, Luruskan Pernyataan yang Sempat Bikin Heboh soal Pakar Goblok
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 18.37
Kumpulkan Akademisi, Prabowo Bahas BPGMN Kelola Gambut
Liputan6.com · 25 September 2026 pukul 17.36
Prabowo Ajak Akademisi Cari Solusi Pengelolaan Lahan Gambut
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 17.05