KDM Ajak Insan Akademik Lahirkan Karya & Dampak Nyata bagi Masyarakat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) membuka resmi Musyawarah Wilayah VII KAHMI Jawa Barat di Bandung, mendorong insan akademik agar tidak hanya menghasilkan pemikiran, tetapi juga karya nyata yang berdampak bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa perubahan regulasi atau rezim saja tidak cukup untuk memecahkan persoakan bangsa; yang dibutuhkan adalah pemikiran yang dapat diterjemahkan menjadi tindakan konkret berdasarkan akar budaya Nusantara. KDM mengkritik rendahnya keterkaitan antara ilmu akademik dan realitas kehidupan masyarakat, terutama di lingkungan perkotaan di sekitar pusat pendidikan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pengetahuan harus diukur dari dampaknya bagi kehidupan publik, bukan sekadar jumlah gelar akademik yang diraih. Menurutnya, seorang intelektual harus menjadi pencipta—inovator yang menghasilkan karya seperti lagu, arsitektur, sistem pendidikan, aplikasi, atau sistem energi yang berguna bagi banyak orang. KDM juga menyerukan agar nilai-nilai keislaman dan gagasan besar disampaikan dalam bahasa yang sederhana dan mudah dipahami masyarakat, seperti halnya tokoh Semar dalam pewayangan yang memilih berada di tingkat paling bawah demi memberikan perubahan langsung.
Bagikan
Berita terkait
ITB Ultra Marathon 2026 Siap Digelar, Bawa Misi Besar untuk Masyarakat
JPNN.com · 16 Agustus 2026 pukul 16.00
Akademisi Soroti Independensi dan Transparansi Penanganan Perkara Eks Jampidsus
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 21.40
WBI Dorong Generasi Muda Utamakan Gaya Hidup Sehat dan Kenal Budaya Lewat Fashion Padel Nusantara
SINDOnews · 9 Agustus 2026 pukul 03.35
Survei IPO: Prabowo Belum Aman dari Kejaran KDM dan Anies
JPNN.com · 8 Agustus 2026 pukul 13.47