Keamanan dan Privasi Perempuan-Anak di Nepal Sangat Rentan Usai Banjir
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Satu bulan setelah banjir bandang di Nepal menyebabkan 1450 orang tewas dan lebih dari 5500 orang hilang, banyak korban termasuk ibu hamil dan anak-anak terpaksa mengungsi di tenda kelapasan yang tidak layak. Karishma Tamang, ibu hamil 26 tahun, bersama putrinya berusia 4 tahun, sempat menginap di aula Pemerintah Kota Bidur sebelum pindah ke tenda keluarga darurat yang bocor saat hujan. Fasilitas dasar seperti toilet dan privasi tetap terbatas, meningkatkan risiko eksploitasi dan kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak-anak. Save the Children Nepal mencatat banyak tempat pengungsian dibangun tanpa perencanaan, dengan penerangan remang dan kurangnya kamar mandi terpisah, berpotensi memicu kasus pernikahan anak dan putus sekolar. UNICEF melaporkan 541 anak terpisah dari keluarga, sementara pemerintah Nepal bekerja sama dengan organisasi kemanusiaan dan kepolisian untuk memperketat pengawasan dan melarang penampungan anak di luar prosedur hukum.
Bagikan
Berita terkait
Nepal Peringatkan Warga Soal Banjir Susulan, Pengungsi Cari Tempat Tinggi
Detik.com · 30 Agustus 2026 pukul 15.21
Banjir-Longsor Terjang Nepal dan India, 68 Orang Tewas
Detik.com · 28 September 2026 pukul 17.24
Hujan Deras Disertai Badai Picu Banjir Bandang, Sedikitnya 70 Tewas
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 05.31
Wapres temui pengungsi banjir Solok pastikan kebutuhan warga terpenuhi
ANTARA News · 25 September 2026 pukul 14.24