Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kebakaran di Bromo Belum Padam, 2 Titik Api Tersisa di Tebing Curam

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih melakukan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur. Dari total 34 titik api yang sempat terjadi, kini tersisa dua titik api utama yang belum berhasil dipadamkan. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan target agar kedua titik api tersebut dapat padam sepenuhnya pada Jumat, 14 Agustus 2026. Untuk mempercepat penanganan, tiga unit helikopter water bombing dikerahkan di kawasan Bromo. Jika berhasil, dua helikopter akan dialihkan ke wilayah lain, sementara satu unit tetap disiagakan di Bromo hingga situasi kondusif.

Operasi pemadaman di TNBTS menghadapi hambatan teknis, terutama karena kedua titik api yang tersisa berada di tebing curam dengan kemiringan hingga 80 derajat, sehingga sulit dijangkau oleh tim darat. Selain itu, pasokan air di savana TNBTS sangat minim, sehingga tim water bombing harus mengambil air dari Ranu Pani di Kabupaten Lumajang dengan waktu tempuh yang cukup jauh. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga belum optimal karena minimnya potensi awan hujan menurut data BMKG. Namun, BMKG memprediksi kemunculan awan hujan baru pada 14 hingga 16 Agustus 2026, yang diharapkan dapat membantu mempercepat proses pemadaman.

Hingga kini, total luas lahan yang terdampak kebakaran di TNBTS mencapai 889 hektare, tersebar di empat wilayah administratif, yaitu Kabupaten Probolinggo, Lumajang, Malang, dan Pasuruan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait