Kebakaran Gunung Bromo: Water Bombing Terhenti, Cuaca Jadi Kendala
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Operasi water bombing kebakaran di Gunung Bromo dihentikan karena kondisi cuaca tidak mendukung. BPBD Jawa Timur menyatakan angin kencang dan awan tebal menjadi hambatan utama, berpotensi menyebabkan turbulensi dan mengurangi jarak pandang pilot. Kebakaran mulai di Sabana Pengol, Probolinggo, dan meluas ke Jemplang, Malang pada 12 September pukul 16.20 WIB. Tim gabungan fokus pada pemadaman darat dengan ribuan personel dan peralatan. Sebelum dihentikan, water bombing berhasil menyedutkan 32.000 liter air dalam dua hari. Kebakaran mengakibatkan vegetasi di atas tebing menjadi hitam dan memicu penutupan akses wisata.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 11 September 2026 pukul 19.47
Gunung Bromo Kembali Terbakar, Petugas Terjunkan Helikopter Water Bombing
ANTARA News · 11 September 2026 pukul 17.53
Bromo kebakaran lagi, BPBD Jatim kerahkan operasi water bombing
JPNN.com · 13 September 2026 pukul 13.32
Kebakaran Bromo Diusut, Kemenhut Turunkan Tim Khusus dan Dua Ahli
SINDOnews · 13 September 2026 pukul 07.32
Kebakaran Makin Meluas, Wisata Gunung Bromo Ditutup Total
Berita terkait
Karhutla Bromo Meluas Hingga 899 Hektare
CNN Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 13.00
Kebakaran Arjuno-Welirang Capai 146 Hektare, Water Bombing Digencarkan
Liputan6.com · 25 Agustus 2026 pukul 23.04
Karhutla Gunung Arjuno-Welirang Belum Padam, Water Bombing Terkendala Cuaca
JPNN.com · 20 Agustus 2026 pukul 20.02
Water Bombing Ditargetkan 30 Kali Sehari untuk Padamkan Karhutla Gunung Bromo
JPNN.com · 9 Agustus 2026 pukul 20.02