Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalbar: Menghirup Asap, Menuai Derita
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat masih menyelimuti wilayah seperti Ketapang dan Pontianak, menyebabkan sekolah terpaksa menerapkan belajar dari rumah (BDR). Guru dan siswa terpapar asap saat berpergi ke sekolah, dengan sejumlah siswa mengalami batuk dan mata perih. Pemerintah daerah sempat memerintahkan pembelajaran luring, namun belum ada bantuan masker khusus bagi sekolah. Di Pontianak, keluarga seperti Putri mengalami dampak kesehatan berat, termasuk anak-anak yang menderita asma dan harus dirawat di rumah sakit karena batuk dan demam. Paparan asap juga menyebabkan penyakit kulit dan iritasi mata akibat debu masuk ke dalam rumah. Menurut data Kementerian Kesehatan, per 28 Agustus 2026, terdapat 5.419.467 warga dari tujuh provinsi terdampak, dengan 4.082 kasus ISPA baru tercatat pada Agustus. Total kasus ISPA sepanjang Juli-Agustus mencapai 50.891, termasuk 12.600 kasus pada anak di bawah lima tahun. Karhutla juga menelan korban jiwa, seperti Taufik Hidayat dan Kasim yang tewas terjebak di lokasi kebakaran. Pantauan menunjukkan emisi tertinggi terjadi di Muara Pawan, Kabupaten Ketapang.
Bagikan
Berita terkait
Fadli Zon Setor Usulan Nama Penerima Tanda Jasa ke Prabowo
Liputan6.com · 1 September 2026 pukul 22.41
Rosan & Trenggono Menghadap Prabowo di Hambalang, Lapor soal Kampung Nelayan
kumparan · 1 September 2026 pukul 22.40
Bobby Siapkan Fasilitas untuk Pengungsi Erupsi Gunung Sinabung: Warga yang Utama
kumparan · 1 September 2026 pukul 22.40
Mengenal Deep Space Network NASA, Jembatan Komunikasi Bumi dengan Pesawat Antariksa
Media Indonesia · 1 September 2026 pukul 22.40