Kekerasan Bersenjata terus Terjadi, Perlindungan Sipil di Jayawijaya harus Diperkuat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Tiga aparatur sipil negara (ASN) Dinas Pertanian di Kabupaten Jayawijaya, Papua, tewas ditembak oleh kelompok bersenjata, sementara seorang sopir warga juga menjadi korban kekerasan pada Selasa (15/9). Kebakaran kekerasan bersenjata di Jayawijaya menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan masyarakat dan pelayanan publik. Guru Besar UNJ, Abdul Haris Fatgehipon, menyoroti perlindungan sipil masih rentan dan meminta pemerintah memperkuat strategi pengamanan berdasarkan luas wilayah dan tingkat kerawanan, bukan sekadar jumlah penduduk. Ia juga menekankan pentingnya deteksi dan pencegahan agar masyarakat tidak takut menjalankan aktivitas sehari-hari. Pemerintah melalui Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 telah mengidentifikasi pelaku melalui rekaman video call dari korban yang dicuri, dan 50 personel tambahan dikirim untuk penyelidikan.
Bagikan
Berita terkait
3 Pegawai Dinas Pertanian Tewas Ditembak KKB, Aktivis dan Lembaga HAM Diminta Tak Diam
SINDOnews · 11 September 2026 pukul 15.27
Kementerian HAM: Pembunuhan 3 ASN di Jayawijaya Sangat Keji
CNN Indonesia · 11 September 2026 pukul 13.37
Keluarga Wili Mbuik: Jangan Ada Korban Berikutnya, Lindungi Warga NTT di Papua
JawaPos · 14 September 2026 pukul 10.30
Ini Tampang Anggota KKB yang Tembak Mati 3 ASN Jayawijaya
JPNN.com · 13 September 2026 pukul 07.50