Keluarga usai Surakman Ditemukan Tewas: Ikhlas, Berupaya Tetap Kuat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Keluarga Surakman (60), ABK Kapal Arupadatu 1 yang ditemukan tewas di pulau Enggano, Bengkulu, menyatakan ikhlas menerima takdir. Surakman dilaporkan hilang sejak 7 September 2026. Yayat Surhadi, putra kedua Surakman, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian dan bantuan yang diberikan selama ini. "Terima kasih. Alhamdulillah, akhirnya bisa ditemukan. Walaupun kondisinya seperti ini, kami tetap bersyukur. Mungkin ini sudah menjadi takdir," kata Yayat saat ditemui di kediamatnya di Kampung Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Rabu (23/9). Keluarga juga menyampaikan rasa syukur dan berusaha tetap kuat menghadapi situasi ini. Yayat mengungkapkan bahwa saat berangkat, orang tuanya tidak mendapat izin untuk mendekat ke Gunung Anak Krakatau karena tamu yang datang secara mendadak dan berangkat pada siang hari. "Kami tidak izin, berangkat dadakan siang. Izin yang seharusnya rencana kami adalah untuk ke Ujung Kulon pada Selasa," ungkapnya. Keluarga tetap bersyukur atas dukungan yang diterima dan mendoakan kesembuhan hati.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 23 September 2026 pukul 14.28
Jasad Surakman ABK Kapal Jurnalis Ditemukan di Enggano Hari Kelima SAR
SINDOnews · 23 September 2026 pukul 14.16
Jenazah ABK Rombongan Jurnalis Bakal Diterbangkan ke Banten Besok
Berita terkait
Jasad Pria Ditemukan di Perairan Bengkulu, Polisi Cocokkan dengan Data Jurnalis Hilang
JPNN.com · 16 September 2026 pukul 01.35
Warga di Pulau Enggano Iritasi Kulit Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau
Detik.com · 11 September 2026 pukul 13.16
Daratan Baru 30,3 Hektare Muncul di Dekat Gunung Anak Krakatau
Detik.com · 23 September 2026 pukul 23.25
ABK Teridentifikasi, Basarnas Ungkap Kelanjutan Pencarian 5 Jurnalis
Liputan6.com · 23 September 2026 pukul 22.15