Kelurahan Sukamiskin di Kota Bandung Bangun Ekosistem Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kelurahan Sukamiskin di Kota Bandung mengembangkan ekosistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat dengan membangun fasilitas pengolahan dari tingkat rumah tangga hingga kelurahan. Metode yang digunakan meliputi pemilahan sampah menjadi organik, non-organik, dan residu, serta pengolahan menggunakan maggot untuk sampah organik dengan kapasitas 400-500 kilogram per hari dan目標 1 ton. Sampah non-organik diolah menjadi briket melalui proses peyeumisasi dengan kapasitas proyeksi 6 ton per hari jika optimal.
Sebanyak 500 rumah tangga telah mendapat sosialisasi, dengan sekitar 250 rumah tangga sudah melakukan pemilahan dan pengolahan mandiri. Fasilitas pengolahan tersebar di 17 RW, masing-masing minimal memiliki dua unit komposter, sementara beberapa RW hingga lima unit. Kerja sama dengan Universitas Islam Bandung dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menghadirkan teknologi plasma dingin untuk pengolahan sampah non-organik, namun mesin sedang dalam perbaikan karena komponen pengganti dari luar negeri.
Saat ini, timbulan sampah di Kelurahan Sukamiskin mencapai 4-6 ton per hari, dengan sekitar 30 persen masih dibawa ke TPS. Program Petugas Pemilah dan Pengolah Sampah (Gaslah) dengan 17 petugas membantu pengelolaan di masing-masing RW, mendorong pemilahan dari sumber. Fasilitas juga disiapkan sebagai laboratorium studi tiru bagi komunitas dan daerah lain.
Bagikan
Berita terkait
Bandung Kini Makin Dekat, Citilink Kembali Buka Penerbangan Langsung dari Palembang
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 16.02
Tabung Gas 3 Kg Bocor lalu Meledak di Bandung: 6 Orang Alami Luka Bakar
kumparan · 18 Agustus 2026 pukul 15.21
Rayakan HUT ke-81 RI, Pegawai KAI Daop 2 Bandung Adu Kekuatan Tarik Lokomotif 80 Ton
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 15.20
Dari Bandung, Puluhan Tokoh Nyatakan Mosi Kebangsaan Indonesia, Ini 5 Poin yang Disuarakan
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 15.07