Jakarta · Jumat, 18 September 2026Cari
WargaKonoha

Kemarau Panjang, PAM Jaya Pastikan Pasokan Air Aman hingga Akhir 2026

Kemarau panjang di Jakarta selama dua bulan terakhir menyebabkan penurunan muka air di sejumlah sumber air baku, termasuk Waduk Jatiluhur yang turun hingga 94 meter di atas permukaan laut (mdpl). Untuk menjaga ketersediaan air, PAM Jaya bersama BPBD DKI Jakarta dan BMKG melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada 8-9 September 2026 guna meningkatkan curah hujan. PAM Jaya juga memantau kondisi waduk dan sumber air lainnya secara harian serta membeli air curah dari wilayah Tangerang melalui sumber Cikolani.

Direktur Teknik PAM Jaya, Santika, menyatakan bahwa Perum Jasa Tirta (PJT) II telah melakukan perhitungan neraca air hingga akhir 2026 dan menyimpulkan ketersediaan air masih aman. Waduk Saguling dan Cirata yang terhubung dengan sistem Jatiluhur juga dinilai mampu mendukung kebutuhan air melebihi tahun 2026. PAM Jaya mengandalkan 21 sumber air untuk pasokan ke Jakarta dan siap melakukan rekayasa pengaliran jika salah satu sumber terganggu.

Direksi PAM Jaya menegaskan sistem penyediaan air minum perpipaan tetap berjalan normal dan melayani sekitar 1,2 juta pelanggan dengan cakupan layanan 83%. Keluhan kekurangan air justru lebih sering dialami warga yang belum terhubung ke jaringan air PAM Jaya, seperti di Cilandak, Lenteng Agung, dan sebagian wilayah Timur Jakarta.

Berita terkait