Kemarau Picu Tanah Amblas di Sejumlah Daerah di Kalsel
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kemarau panjang di Kalimantan Selatan memicu tanah gerak (subsidence) di 14 lokasi di Hulu Sungai Utara, menyebabkan longsor dan amblas jalan di Kecamatan Amuntai Utara, Amuntai Selatan, Haur Gading, Sungai Pandan, dan Banjang. Kondisi ini mengganggu akses warga dan memperparah kekeringan di 25 desa. Suhu rata-rata 35 derajat mempercepat penurunan kandungan air tanah. Di Banjarmasin, pemerintah memanfaatkan debit sungai turun untuk pengerukan sungai-sungai kecil yang membelah permukiman. Kekeringan meluas ke Hulu Sungai Selatan, Banjar, dan Kotabaru, sementara pasokan air baku hanya bergantung pada Sungai Tabuk yang debitnya menyusut. Bantuan air bersih disalurkan sebanyak 36.000 liter per hari di Tasikmalaya.
Bagikan
Berita terkait
Kemarau Panjang Picu Kekeringan dan Karhutla, Pemkab Lahat Gelar Shalat Istisqa
VOI · 10 September 2026 pukul 07.48
BMKG: Pertanian Waspadai Puncak Kemarau yang Diperparah El Nino Kuat
JawaPos · 7 September 2026 pukul 14.15
Polda Sumsel Salurkan Ribuan Liter Air Bersih di Muara Lakitan
Detik.com · 3 September 2026 pukul 17.51
Kekeringan Terjang Bali, 15 Desa di Empat Kabupaten Terdampak, BPBD Bergerak
JPNN.com · 3 September 2026 pukul 14.21