Kemendiktisaintek Dorong Tempe Indonesia Tembus Pasar Global
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mendorong pengembangan tempe Indonesia agar dapat menembus pasar global melalui penguatan riset, inovasi, dan kolaborasi dengan industri. Wakil Menteri Fauzan menyatakan bahwa tempe, yang selama ini dianggap sebagai makanan rakyat, dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi dengan inovasi dalam proses produksi, pengemasan, dan pendampingan industri yang mampu memasarkan ke pasar ekspor. Upaya ini selaras dengan konsep Dikti Saintek Berdampak agar hasil riset tidak terbatas di laboratorium tetapi dapat dimanfaatkan masyarakat dan memberikan nilai tambah ekonomi.
Sebagai bagian dari inisiatif ini, tim periset Universitas Indonesia (UI) melalui Program Bestari Saintek dengan pendanaan LPDP mengembangkan inovasi ragi tempe menggunakan kombinasi beberapa spesies Rhizopus. Penelitian dilakukan melalui pendekatan living lab, yakni pengujian inovasi secara langsung di lapangan dengan melibatkan umpan balik pengguna. Prof. Wellyzar Sjamsuridzal menekankan bahwa riset ragi tempe juga mendukung upaya memahami, menjaga, dan memanfaatkan biodiversitas mikroba Indonesia untuk memperkuat ketahanan pangan secara berkelanjutan.
Bagikan
Berita terkait
Kacau! Sindikat India Palsukan Label Kedaluwarsa Nestle dan Pepsi
CNBC Indonesia · 2 September 2026 pukul 21.00
Roy Suryo Soroti Gelar Kehormatan Gibran dalam SK Penyetaraan Ijazah S1: Kenapa Bisa Hilang?
SINDOnews · 2 September 2026 pukul 20.29
Roy Suryo Sekarang Permasalahkan Gelar S1 Gibran
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 20.21
Mendag Budi: Tugas Atase Perdagangan dan ITPC Dongkrak Ekspor Pengusaha
Liputan6.com · 2 September 2026 pukul 18.30