Kemenkes: 25 Ribu Penyintas Gempa NTT Terserang ISPA
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat 25.017 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada penyintas gempa di tujuh kabupaten Pulau Flores, NTT. Kasus ISPA menjadi penyakit paling banyak diderita pasca-gempa bumi magnitudo 7,7 pada 6 Agustus 2026. Dari total korban, 26.545 kasus terjadi pada anak usia 0-5 tahun, sementara 86.791 kasus pada usia lebih dari 5 tahun. Selain ISPA, dermatitis tercatat 1.573 kasus dan diare 1.512 kasus di lokasi pengungsian. Untuk mengatasi krisis kesehatan, Kemenkes memobilisasi 868 relawan kesehatan gabungan dan mengirimkan bantuan logistik medis termasuk obat, IV, masker, serta peralatan sanitasi. Di tiga hari pertama pasca-gempa, 169 puskesmas di wilayah terdampak mengalami kerusakan. Data merupakan hasil rekapitulasi tim gabungan BNPB hingga 25 hari setelah gempa.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 10 September 2026 pukul 19.51
Kemenkes Catat 113.336 Kasus ISPA Imbas Karhutla
Berita terkait
Kemenkes Catat 113 Ribu Kasus ISPA Akibat Karhutla di 7 Provinsi
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 20.41
Dampak Erupsi Anak Krakatau, Kasus ISPA Tembus 16.759 di 4 Provinsi
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 10.26
Kemenkes Perkuat Pemantauan Kualitas Udara Pascaerupsi Gunung Anak Krakatau
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 10.03
ISPA Meningkat di Daerah Terdampak Karhutla, Kemenkes Bagikan 5,3 Juta Masker
kumparan · 4 September 2026 pukul 16.50