Kemenkes: 30 Persen Remaja Indonesia Anemia, PBNU Perkuat Edukasi di Pesantren
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan bahwa 30 persen remaja Indonesia mengalami anemia. Untuk mengatasi masalah kesehatan ini, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama (GKMNU) mengadakan Halaqah Implementasi Pendidikan Kesehatan Reproduksi Santri di Pesantren Batch II di Pondok Pesantren Bayt Al Hikmah, Pasuruan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat pendidikan kesehatan reproduksi di pesantren guna menyiapkan santri menghadapi tantangan kesehatan remaja.
Ketua PBNU Bidang Kesejahteraan Kerakyatan, Alissa Qatrunnada Wahid, menegaskan pesantren memiliki peran strategis sebagai lembaga pendidikan sekaligus ruang pengasuhan yang membentuk karakter santri. Banyak remaja saat ini memperoleh informasi tentang perilaku seksual dari berbagai sumber tanpa pemahaman yang benar mengenai kesehatan reproduksi. Oleh karena itu, pendidikan kesehatan reproduksi di pesantren dinilai penting agar santri mampu memahami tubuhnya dan mengambil keputusan yang tepat dalam kehidupan.
PBNU akan melanjutkan program ini melalui pelatihan bagi para ustaz dan ustazah dalam bentuk Training of Trainers (ToT) serta membentuk santri sebagai pendidik sebaya (peer educator). Dengan demikian, diharapkan santri dapat lebih sadar dan bertanggung jawab terhadap kesehatan reproduksi mereka, termuput aspek fisik dan pengambilan keputusan.
Bagikan
Berita terkait
Xizhe Disebut-sebut sebagai Elon Musk Masa Depan dari China
SINDOnews · 27 September 2026 pukul 12.14
BGN Siapkan Aplikasi Rating MBG, Sekolah Bisa Beri Nilai SPPG 1-5
kumparan · 25 September 2026 pukul 13.35
BGN Bersuara soal Viral Guru Ngaku Diminta Cium MBG Bak Anjing Pelacak
CNN Indonesia · 24 September 2026 pukul 14.28
276 Orang di Kabupaten Batang Keracunan MBG, Pemkab Pastikan Sudah Ditangani
kumparan · 24 September 2026 pukul 09.22