Kemenkes usulkan Kota Bogor jadi contoh penanggulangan Tb terintegrasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Kesehatan mengusulkan Kota Bogor sebagai daerah percontohan nasional program penanggulangan tuberkulosis (Tb) terintegrasi, setelah seluruh 68 kelurahan di kota itu berhasil menjadi Kelurahan Siaga Tb. Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus meluncurkan program Penemuan Kasus Aktif Tb yang terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis SMART di Kota Bogor.
Kota Bogor menghadapi tantangan besar karena kepadatan penduduk dan tingginya beban Tb. Pada 2025, kota ini menempati peringkat kelima dengan beban Tb tertinggi di Jawa Barat, tercatat 10.577 kasus dengan incidence rate 955 per 100 ribu penduduk. Hanya 62 persen pasien yang merupakan warga asli Bogor, sisanya dari Kabupaten Bogor (35 persen) dan luar wilayah (3 persen).
Program penemuan kasus aktif dilakukan melalui pendekatan "jemput bola" dengan skrining kesehatan, rontgen dada, dan tes dahak bagi warga berisiko. Warga dengan risiko tinggi namun belum sakit Tb aktif akan mendapatkan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). Pemkot Bogor menargetkan pelacakan terintegrasi pada Agustus hingga November 2026, menyasar 23.200 orang di 232 titik lokasi. Capaian penemuan kasus Tb di Kota Bogor per 26 Juli 2026 telah mencapai 71,9 persen dari target 90 persen.
Bagikan
Berita terkait
Perkuat perlindungan, Pemerintah pantau dampak El Nino bagi kesehatan
ANTARA News · 24 September 2026 pukul 19.03
Wamendagri Tegaskan Penanggulangan TBC Butuh Kolaborasi Lintas Sektor
Detik.com · 21 September 2026 pukul 22.23
Kasus Influenza A Merebak, Pakar UGM Bagikan 6 Langkah Cegah Penularan
SINDOnews · 21 September 2026 pukul 12.38
Wamendagri Wiyagus Dorong Pembentukan Desa Siaga Tuberkulosis di Kebumen
kumparan · 16 September 2026 pukul 12.12