Kemenkeu Siapkan Sistem untuk Estimasi Dampak Fiskal Akibat Bencana
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan meluncurkan sistem Adaptive Regional Integrated System for Fiscal Resilience (Arise) untuk mendukung pengambilan keputusan terkait dampak fiskal bencana. Sistem ini dikembangkan melalui kolaborasi dengan United Nations Office for Disaster Risk Reduction (UNDRR) dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Arise menggabungkan pemodelan risiko bencana dengan estimasi dampaknya terhadap keuangan daerah. Menurut Plt. Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Nufransa Wira Sakti, bencana alam menyebabkan tekanan fiskal signifikan akibat penurunan penerimaan daerah dan meningkatnya kebutuhan belanja negara secara mendadak. Sistem ini dirancang untuk menyediakan data komprehensif mengenai ancaman, kerugian ekonomi, dan dampak fiskal di setiap wilayah. Dengan demikian, pemerintah dapat beralih dari respons pasca-bencana ke perencanaan sebelum bencana terjadi, sekaligus menggeser fokus dari pembiayaan kerugian ke pengelolaan risiko secara terukur dan proaktif.
Bagikan
Berita terkait
Pemerintah rilis sistem ukur dampak bencana ke risiko fiskal daerah
ANTARA News · 1 September 2026 pukul 12.07
Gunung Sinabung Siaga, Pemkab Karo evakuasi warga dua desa
ANTARA News · 1 September 2026 pukul 09.22
Update Banjir Bandang Nepal, 933 Orang Terperangkap di Terowongan PLTA
CNBC Indonesia · 1 September 2026 pukul 07.40
2 Tewas, 15 Orang Hilang di Tengah Badai Susulan Banjir Bandang Grand Canyon
Media Indonesia · 1 September 2026 pukul 06.28