Kemenko IPK: Ada kajian awal perpanjangan kereta cepat ke Surabaya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko IPK) telah memulai studi awal untuk memperpanjang jalur kereta cepat dari Bandung ke Surabaya. Studi tersebut mencakup tiga opsi trase dan akan menjadi dasar bagi kajian lanjutan untuk menentukan jalur yang akan dipilih, menurut Asisten Deputi Pengembangan Konektivitas Antar Wilayah Kemenko IPK, Djoko Hartoyo.
Kementerian Perhubungan menyatakan bahwa restrukturisasi keuangan proyek Kereta Cepat Whoosh Jakarta-Bandung (KCJB) akan menjadi tolok ukur sebelum pemerintah memutuskan perluasan jalur ke Surabaya dan bahkan ke Banyuwangi. Direktur Jenderal Perkeretaapian Allan Tandiono menegaskan hasil restrukturisasi tersebut akan menjadi dasar evaluasi kelayakan perluasan jalur. Sebelumnya, Menteri Koordinator Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengindikasikan bahwa keberlanjutan proyek Whoosh ke Jawa Timur akan dilakukan secara paralel sambil menunggu restrukturisasi keuangan PT Kereta Cepat Indonesia China, dan ia telah bertemu dengan Kementerian Keuangan serta Danantara Indonesia untuk membahas rencana perluasan operasional hingga Banyuwangi.
Presiden Prabowo Subianto telah membentuk Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung dan menunjuk AHY sebagai ketua komite berdasarkan Peraturan Presiden No. 29/2026. Upaya ini juga mencakup jaminan bahwa penyelesaian utang Whoosh tidak akan membebani anggaran negara.
Bagikan
Berita terkait
Sukses Digelar, Bank Jatim JConnect Run Soerabaja Gaet 3.750 Peserta
Detik.com · 29 September 2026 pukul 11.37
172 Peserta PPDS Unair Mual Muntah saat Pradik, Diduga Keracunan Makanan
Detik.com · 29 September 2026 pukul 10.02
Ratusan Mahasiswa PPDS Unair Keracunan Makanan
CNN Indonesia · 29 September 2026 pukul 10.00
RSUD Dr Soetomo periksa sampel makanan usai 172 peserta PPDS sakit
ANTARA News · 29 September 2026 pukul 08.31