Kenali Perbedaan Gejala Keracunan dan Alergi Makanan pada Anak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

IDAI menjelaskan perbedaan mendasar antara keracunan dan alergi makanan pada anak. Keracunan disebabkan kontaminasi bakteri, virus, atau kimia yang menyerang siapa saja yang mengonsumsi makanan tercemar, sehingga berpotensi menjadi wabah atau Kejadian Luar Biasa (KLB). Gejalanya meliputi mual, muntah, diare, dan demam yang muncul dalam hitungan jam hingga dua hari.
Sebaliknya, alergi makanan adalah reaksi sistem imun terhadap protein tertentu yang hanya menyerang individu sensitif. Gejalanya muncul lebih cepat, seperti gatal, bengkak, biduran, hingga sesak napas. Anak-anak lebih rentan terhadap dampak fatal keracunan karena cadangan cairan tubuh yang kecil dan sistem imun yang belum matang. Data BPOM 2024 mencatat 806 kasus keracunan makanan dan minuman, dengan 42,96% menimpa remaja usia 12-25 tahun.
Bagikan
Berita terkait
Langkah Pertolongan Pertama saat Anak Keracunan Makanan
Media Indonesia · 11 September 2026 pukul 22.37
IDAI Usul Makan Bergizi Gratis Dimasak di Kantin Sekolah untuk Cegah Keracunan
Media Indonesia · 11 September 2026 pukul 19.40
43 Ribu Anak Jadi Korban Keracunan MBG, Koalisi MBG Watch: Keselamatan Anak Jangan Jadi Korban Demi Program Politik
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 18.58
Perbedaan Sakit Perut Biasa dan Usus Buntu pada Anak Menurut Dokter IDAI
Media Indonesia · 7 September 2026 pukul 23.00