Jakarta · Sabtu, 26 September 2026Cari
WargaKonoha

Kenangan Fatmawati Lahirkan Guruh, Berkalung Tali Pusat dan Sempat Dinamai Taufan

Maestro seni Indonesia Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra meninggal pada usia 73 tahun di Rumah Sakit MRCCC Siloam Jakarta pada Sabtu, 26 September 2026. Ia adalah putra bungsu dari pasangan Mohammad Hatta dan Fatmawati, proklamator Indonesia. Kisah kelahirannya sendiri penuh dengan drama dan bahkan menjadi pertaruhan nyawa bagi sang ibu. Fatmawati melahirkan Guruh di Istana Merdeka pada 13 Januari 1953. Saat itu, Bung Karno sedang berada di Istana bersama Fatmawati yang sedang hamil tua. Ketika kontraksi mulai terasa, Fatmawati meminta Bung Karno segera kembali, dan ia dilarikan ke kamar bersalin Istana. Proses persalinan berjalan cukup cepat, dan tepat menjelang pukul 12.00 siang, bayi laki-laki kedua dari pasangan ini pun lahir. Awalnya, Bung Karno ingin memberinya nama Taufan, namun Fatmawati menolak dan memilih nama Guruh. Bayi itu lahir dengan kondisi istimewa, yakni terikat tali pusat di lehernya, yang dalam tradisi Jawa kuno sering dikaitkan dengan makna spiritual dan keberkatan. Namun, kebahagiaan ini seketika digelarakan oleh bahaya. Setelah melahirkan Guruh, Fatmawatimengalami pendarahan hebat yang sulit dihentikan. Tim dokter segera campung, bahkan memasukkan beberapa kantong darah untuk menyelamatkan nyawanya. Akhirnya, kondisinya berhasil dikendalikan, dan Fatmawati berhasil bertahan. Namun, pengalaman melahirkan Guruh ini justru membuat dokter menyarankan agar ia tidak lagi mengandung anak, karena risiko medis yang sangat tinggi bagi kesehatannya.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait