Kepala Daerah Didorong Ubah Pembelajaran Menjadi Aksi Nyata
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar Program Kepemimpinan Kepala Daerah (KPPD) Angkatan IV Tahun 2026, yang berlangsung pada 2-12 September 2026. Program ini diselenggarakan bersama Lemhannas RI dan Purnomo Yusgiantoro Center (PYC), serta melibatkan kepala daerah, kepala Bappeda, pejabat pemerintah, akademisi, praktisi, dan tokoh nasional. Tujuannya adalah memperluas wawasan, meningkatkan kompetensi, dan mendorong pembuatan rencana aksi yang dapat diterapkan di daerah. Materi mencakup hilirisasi industri daerah menuju Indonesia Emas 2045, ketahanan energi, transformasi pendidikan, pengembangan SDM, dan pembiayaan pembangunan daerah. Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus menekankan bahwa pengetahuan yang diperoleh harus diterjemahkan menjadi agenda strategis sesuai kebutuhan masing-masing daerah. Proses program meliputi pengantar, pembekalan, pendampingan, hingga coaching penyusunan rencana aksi yang dipresentasikan bersama Direktorat Jenderal terkait. Dengan pendekatan ini, BPSDM Kemendagri tidak hanya mengembangkan kapasitas individu, tetapi juga kemampilan memimpin perubahan dan menerjemahkan pengetahuan menjadi kebijakan konkret di daerah. Hal ini diharapkan meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan pembangunan daerah secara lebih luas.
Bagikan
Berita terkait
Wamendagri Ingatkan Kepala Daerah Tak Cukup Hanya Jadi Administrator
Liputan6.com · 3 September 2026 pukul 20.15
Perkuat Pembangunan SDM Daerah, Wamendagri Wiyagus Dorong Pemanfaatan IMM
kumparan · 31 Agustus 2026 pukul 19.41
Kepala Daerah Disebut Petarung, Wamendagri Ungkap Tantangan
Liputan6.com · 28 Agustus 2026 pukul 13.33
Wamendagri Tekankan Integritas Kepala Daerah untuk Cegah Korupsi
Liputan6.com · 20 Agustus 2026 pukul 20.51