Ketika 14 Menteri Ekonomi RI Kompak Mengundurkan Diri, Ini Alasannya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pada 20 Mei 1998, sebanyak 14 menteri ekonomi mengundurkan diri secara serentak dari Kabinet Pembangunan VII di bawah Presiden Soeharto. Keputusan ini dipicu oleh krisis moneter hebat yang menyebabkan nilai tukar rupiah anjlok, inflasi melonjak, dan lumpuhnya sektor perbankan. Para menteri, dipimpin oleh Ginandjar Kartasasmita, menilai Indonesia berada di ambang kolaps tanpa peta jalan keluar yang jelas.
Pengunduran diri massal ini mencakup tokoh-tokoh seperti Tanri Abeng dan Akbar Tandjung. Mereka menegaskan bahwa pembentukan kabinet baru tidak akan menyelesaikan akar krisis. Langkah ini menjadi pukulan telak bagi legitimasi Soeharto karena kehilangan dukungan elite ekonomi. Sehari setelah peristiwa tersebut, tepatnya 21 Mei 1998, Presiden Soeharto resmi mengundurkan diri dari jabatannya.
Bagikan
Berita terkait
Mulai Renggang, Trump Tak Mau Sering-Sering Bertemu Korea Selatan
CNBC Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 14.45
Megawati: Kader yang Takut Sebut Nama Bung Karno, Saya Pecat
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 14.27
Megawati Minta Indonesia Belajar dari Iran: Tak Bisa Dikalahkan Amerika
Liputan6.com · 17 Agustus 2026 pukul 14.21
Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di PDIP, Megawati Kenang Perjuangan Bung Karno
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 14.12