Ketika 14 Menteri Ekonomi RI Kompak Mengundurkan Diri, Ini Alasannya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pada 20 Mei 1998, sebanyak 14 menteri ekonomi mengundurkan diri secara serentak dari Kabinet Pembangunan VII di bawah Presiden Soeharto. Keputusan ini dipicu oleh krisis moneter hebat yang menyebabkan nilai tukar rupiah anjlok, inflasi melonjak, dan lumpuhnya sektor perbankan. Para menteri, dipimpin oleh Ginandjar Kartasasmita, menilai Indonesia berada di ambang kolaps tanpa peta jalan keluar yang jelas.
Pengunduran diri massal ini mencakup tokoh-tokoh seperti Tanri Abeng dan Akbar Tandjung. Mereka menegaskan bahwa pembentukan kabinet baru tidak akan menyelesaikan akar krisis. Langkah ini menjadi pukulan telak bagi legitimasi Soeharto karena kehilangan dukungan elite ekonomi. Sehari setelah peristiwa tersebut, tepatnya 21 Mei 1998, Presiden Soeharto resmi mengundurkan diri dari jabatannya.
Bagikan
Berita terkait
Analogi Soeharto: Prabowo Diingatkan 'Pemberontakan Datang dari Dalam Istana'
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 07.20
Munas X AMPI Munculkan Calon Tunggal Ketum, Sekjen Golkar Nilai Sebagai Kedewasaan Politik
JawaPos · 29 September 2026 pukul 21.30
Alasan Jabar Jadi Tempat Jokowi Pamerkan KTA PSI, Ada Pesan ke Prabowo: 'Jangan Remehkan Saya, Saya di Kandangmu!'
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 21.21
Brigade Hizbullah Irak Ancam Gulingkan Pemerintahan al-Zaidi
SINDOnews · 29 September 2026 pukul 20.32