Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Ketika Agama Dibuat Challenge Berhadiah Miras, Tak Ada Alasan Ampuni Pelaku

Sebuah video yang memperlihatkan tantangan menghafal Surah Ad-Duha dengan hadiah minuman keras di booth sponsor pada festival musik The Sounds Project di Ancol, Jakarta, memicu kecaman luas di media sosial. Video tersebut menampilkan seorang pengunjung perempuan yang menyelesaikan bacaan Al-Qur'an lalu menerima sebotol minuman beralkohol sebagai hadiah. Kecaman ini muncul karena mengaitkan ayat suci Al-Qur'an dengan promosi minuman keras yang dilarang dalam Islam. Polisi turun tangan untuk menyelidiki kasus ini, dengan Polsek Pademangan dan Polres Metro Jakarta Utara sedang melakukan penyelidikan terhadap pihak-pihak yang terlibat, termasuk event organizer dan pemilik booth.

Tim Hukum Muslim dan Asosiasi Lawyer Muslim Indonesia (ALMI) melaporkan kasus ini ke kepolisian dengan tuduhan penistaan agama. Laporan tersebut mencantumkan lima pihak yang dilaporkan, termasuk perwakilan Newport dari Orang Tua Group, The Sounds Project, serta dua MC yang terlibat. Kuasa hukum menyerahkan video dan dokumen sebagai bukti. Anggota DPR RI dari Fraksi PAN, Sigit Purnomo Said (Pasha Ungu), juga mendesak agar polisi segera memproses kasus ini dan mengingatkan kasus serupa seperti promosi minuman alkohol Holywings sebelumnya.

Pemerintah DKI Jakarta melalui Gubernur Pramono Anung juga mengecam keras kegiatan ini, menyatakan bahwa mengaitkan promosi minuman keras dengan kegiatan keagamaan menodai nilai-nilai keagamaan. Newport akhirnya memberikan permintaan maaf resmi, membantah bahwa aktivitas tersebut merupakan bagian dari strategi pemasaran mereka, dan mengakui kelemahan dalam pengawasan di area booth. Mereka juga mengumumkan evaluasi internal dan penguatan SOP untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait