Ketika Berbeda Disebut Futur
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Penulis menyoroti istilah 'futur' dalam konteks dakwah yang kadang dipakai untuk menggambarkan orang yang keluar dari kelompok. Ia bertanya siapa yang hak memberi label tersebut. Orang yang berbeda pandangan tidak selalu berguguran secara spiritual, mungkin hanya keluar dari kelompok saja. Penulis menekankan pentingnya tidak menghakimi orang yang berbeda secara cepat. Perbedaan pendapat bisa menjadi cermin yang membuat kelompok meninjau kembali asumsi. Dakwah bukan milik kelompok tertentu, melainkan harus tetap terbuka untuk ijtihad dan perbedaan. Kepelbihan tidak selalu berarti kemunduran, bisa jadi kematianan atau penemuan ulang semangat dakwah.
Bagikan
Berita terkait
Temu Akbar & Milad ke-110 Mathla’ul Anwar, Perkuat Peran Pendidikan, Dakwah, Pengabdian untuk Bangsa
JPNN.com · 12 Agustus 2026 pukul 19.33
Waketum MUI sebut pemimpin harus adaptif hadapi transformasi digital
ANTARA News · 8 Agustus 2026 pukul 10.27
Cinta Quran Foundation dan IMCE Resmikan Masjid Pertama Indonesia di Kanada Barat
JPNN.com · 4 Agustus 2026 pukul 23.09
Ceramah Terakhir Ustaz Firdaus soal Kematian Sebelum Berpulang
Detik.com · 3 Agustus 2026 pukul 05.10