Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Ketika Berbeda Disebut Futur

Penulis menyoroti istilah 'futur' dalam konteks dakwah yang kadang dipakai untuk menggambarkan orang yang keluar dari kelompok. Ia bertanya siapa yang hak memberi label tersebut. Orang yang berbeda pandangan tidak selalu berguguran secara spiritual, mungkin hanya keluar dari kelompok saja. Penulis menekankan pentingnya tidak menghakimi orang yang berbeda secara cepat. Perbedaan pendapat bisa menjadi cermin yang membuat kelompok meninjau kembali asumsi. Dakwah bukan milik kelompok tertentu, melainkan harus tetap terbuka untuk ijtihad dan perbedaan. Kepelbihan tidak selalu berarti kemunduran, bisa jadi kematianan atau penemuan ulang semangat dakwah.

Berita terkait