Ketika Berbeda Disebut Futur
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Penulis menyoroti istilah 'futur' dalam konteks dakwah yang kadang dipakai untuk menggambarkan orang yang keluar dari kelompok. Ia bertanya siapa yang hak memberi label tersebut. Orang yang berbeda pandangan tidak selalu berguguran secara spiritual, mungkin hanya keluar dari kelompok saja. Penulis menekankan pentingnya tidak menghakimi orang yang berbeda secara cepat. Perbedaan pendapat bisa menjadi cermin yang membuat kelompok meninjau kembali asumsi. Dakwah bukan milik kelompok tertentu, melainkan harus tetap terbuka untuk ijtihad dan perbedaan. Kepelbihan tidak selalu berarti kemunduran, bisa jadi kematianan atau penemuan ulang semangat dakwah.
Bagikan
Berita terkait
Kukuhkan PW Mathlaul Anwar Papua Barat & Papua Barat Daya, Ketum Jazuli Tegaskan Hal Ini
JPNN.com · 27 September 2026 pukul 14.05
Dakwah ke Sapeken, PP PERSIS Bawa Agenda Keputusan Dewan Hisbah
JPNN.com · 16 September 2026 pukul 20.16
Muswil Mathla’ul Anwar Jateng, Ketum Jazuli Juwaini Tekankan Pentingnya Lompatan Penguatan Organisasi
JPNN.com · 14 September 2026 pukul 09.05
Naik Level, PB Mathla’ul Anwar Meresmikan Perwakilan di Belanda
JPNN.com · 6 September 2026 pukul 22.00