Jakarta · Selasa, 1 September 2026Cari
WargaKonoha

Ketika Kota Semakin Pintar, Apakah Warga Semakin Nyaman?

Smart city menggunakan sensor, CCTV, dan aplikasi untuk mengelola lalu lintas, pengawasan, dan pelayanan publik. Namun, kemajuan teknologi belum selalu berdampak signifikan bagi masyarakat. Kota tidak pintar hanya karena canggih, tapi jika teknologi memenuhi kebutuhan warga. Pembangunan smart city membutuhkan kolaborasi pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dengan pendekatan human-centered. Contoh Smart Nagari di Sumatera Barat menunjukkan digitalisasi dapat memperkuat partisipasi warga dan transparansi. Keberhasilan smart city ditentukan bukan sekadar dari infrastruktur teknologi, tetapi dari seberapa baik teknologi menyelesaikan masalah nyata masyarakat.

Berita terkait